Kasus Campak di Tangerang Meningkat, Dinskes Ungkap Pemicunya

news.fin.co.id - 04/03/2026, 16:20 WIB

Kasus Campak di Tangerang Meningkat, Dinskes Ungkap Pemicunya

Ilustrasi anak yang terkena campak. (dok)

fin.co.id -  Kota Tangerang mengalami peningkatan kasus campak sejak akhir 2025 hingga awal 2026. Tren kenaikan tersebut terpantau cukup signifikan dan masih bersifat fluktuatif setiap minggunya, dengan jumlah kasus mencapai ratusan setiap bulannya.

”Kondisi ini meningkat tajam dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Lonjakan tersebut menunjukkan adanya peningkatan yang menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan sektor kesehatan,” tutur Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni, saat ditemui di Puspem Kota Tangerang, Rabu (4/3/26).

Ia menjelaskan, faktor penyebab meningkatnya kasus campak diduga berkaitan dengan beberapa hal, antara lain kelengkapan dan pemerataan imunisasi campak, kondisi cuaca, serta tingginya potensi penularan virus campak yang menyebar melalui droplet batuk dan pilek.

”Satu kasus yang tidak segera tertangani berpotensi menimbulkan penularan ke lingkungan sekitarnya, baik di rumah maupun di sekolah,” katanya.

Advertisement

Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

Warga yang mengalami gejala demam tinggi disertai batuk, pilek, dan munculnya ruam atau bercak kemerahan di kulit diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Selain itu, masyarakat diminta melakukan isolasi mandiri apabila terdapat anggota keluarga yang terindikasi campak.

”Anak-anak yang mengalami gejala tersebut diimbau tidak berangkat ke sekolah guna mencegah penularan lebih luas. Penularan campak tidak hanya terjadi melalui kontak langsung, tetapi juga lewat udara dari percikan batuk dan bersin,” imbaunya.

Dalam upaya pengendalian, Pemkot Tangerang telah mengaktifkan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) untuk memastikan setiap kasus dapat segera terlaporkan oleh fasilitas kesehatan.

”Sistem ini mempermudah pemantauan perkembangan kasus sehingga langkah penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi,” jelas dr. Dini.

Rikhi Ferdian Herisetiana
Rikhi Ferdian Herisetiana
Penulis

Reporter FIN.CO.ID untuk daerah Tangerang.