Gila-gilaan! RI Banjir Investasi Rp23,6 Triliun Buat Bangun PLTS Raksasa, Siap Terangi Pelosok Desa!

news.fin.co.id - 05/03/2026, 19:49 WIB

Gila-gilaan! RI Banjir Investasi Rp23,6 Triliun Buat Bangun PLTS Raksasa, Siap Terangi Pelosok Desa!

CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani

fin.co.id - Kabar besar bagi kalian yang menanti transisi energi bersih di tanah air! Pemerintah Indonesia baru saja mengamankan investasi jumbo senilai US$1,4 miliar atau setara dengan Rp23,66 triliun untuk menggenjot pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Dana segar yang berasal dari Foreign Direct Investment (FDI) ini bakal difokuskan untuk mempercepat elektrifikasi di berbagai desa di seluruh Indonesia.

Pembangunan infrastruktur energi hijau ini sudah berjalan sejak pertengahan tahun 2025 lalu. Kini, pemerintah menargetkan seluruh rangkaian pembangunan tersebut rampung sepenuhnya pada akhir tahun 2026 ini. Langkah ini menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dalam mengejar target energi terbarukan yang selama ini kita nantikan bersama.

Target Ambisius: PLTS 13 GW Jadi Fokus Utama

Kalian mungkin bertanya-tanya, seberapa besar skala proyek ini? CEO Danantara, Rosan Roeslani, membeberkan bahwa pemerintah kini memiliki skala prioritas yang sangat terukur. Dari target besar pengembangan PLTS nasional sebesar 100 Gigawatt (GW), pemerintah memutuskan untuk mengeksekusi 13 GW terlebih dahulu sebagai tahap awal.

Advertisement

“Jadi kurang lebih dari usulan tadi awal 100 Megawatt mungkin ada 13, eh dari 100 Gigawatt jadi 13 Gigawatt terlebih dahulu yang rencananya akan diprioritaskan,” ujar Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (5/3/2026).

Dengan memprioritaskan 13 GW, pemerintah yakin bisa lebih fokus dalam membenahi infrastruktur di tingkat desa. Skala ini bukan main-main karena proyek ini bertujuan untuk membawa akses listrik yang lebih stabil dan bersih ke daerah-daerah yang selama ini masih terbatas jangkauan energi listriknya.

Investasi Asing Mengalir Deras, Pabrik PLTS Segera Beroperasi

Salah satu poin menarik dari investasi US$1,4 miliar ini adalah pembangunan pabrik pendukung yang memiliki kapasitas produksi masif. Rosan menyebutkan bahwa investasi ini sudah masuk ke dalam negeri sejak tahun 2025 dan sedang dalam tahap penyelesaian konstruksi yang memakan waktu sekitar satu setengah tahun.

Fasilitas pabrik ini nantinya akan menjadi tulang punggung pemenuhan komponen PLTS di dalam negeri. Dengan adanya pabrik sendiri, Indonesia tidak lagi terlalu bergantung pada impor komponen energi surya. Hal ini tentu menjadi langkah strategis untuk menekan biaya produksi listrik tenaga surya agar lebih ekonomis bagi masyarakat.

Prototipe di Sumenep: Bukti Nyata Energi Surya Bekerja

Sebagai pembuktian bahwa teknologi ini siap diimplementasikan secara luas, pemerintah sudah membangun prototipe PLTS di Sumenep, Jawa Timur. Saat ini, prototipe tersebut sudah sukses menyelesaikan kapasitas sebesar 1 Megawatt (MW). Keberhasilan proyek percontohan ini menjadi acuan utama pemerintah untuk mereplikasi keberhasilan tersebut di wilayah lain dengan cakupan yang jauh lebih besar.

Arahan Presiden: Percepat dengan Opsi Pendanaan Kreatif

Menyadari betapa krusialnya transisi energi ini bagi masa depan ekonomi nasional, Presiden memberikan arahan khusus. Kepala negara meminta agar pembangunan PLTS ini tidak berjalan lambat. Pemerintah kini tengah menggodok berbagai opsi pendanaan kreatif agar arus kas proyek tetap terjaga dan pengerjaan di lapangan bisa selesai tepat waktu sesuai target.

Advertisement

“Nah memang dari Bapak Presiden juga memberikan arahan agar bisa pembangunan ini didorong dengan beberapa opsi pendanaan,” tegas Rosan.

Dengan dukungan pendanaan yang semakin kuat dan arahan langsung untuk percepatan, mimpi untuk melihat desa-desa di Indonesia terang benderang dengan energi surya bukan lagi sekadar wacana. Akhir tahun 2026 ini menjadi titik krusial bagi sejarah energi nasional. Bagi kalian yang peduli dengan masa depan bumi yang lebih hijau, perkembangan proyek ini tentu menjadi berita yang wajib diikuti terus perkembangannya. (*)

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Pemimpin Redaksi FIN.CO.ID