Sementara itu, di India, perusahaan Mangalore Refinery and Petrochemicals Ltd. telah memberi tahu para pelanggan bahwa mereka akan menghentikan ekspor produk minyak.
Meski belum secara resmi menyatakan force majeure, langkah tersebut menunjukkan tekanan besar yang mulai dirasakan industri energi di kawasan.
Padahal, India merupakan salah satu pemasok utama bahan bakar bagi pasar Asia dan bahkan sebagian wilayah Eropa.
Lebih dari 100 Kapal Energi Terjebak
Sejak konflik militer meletus di Timur Tengah akhir pekan lalu, distribusi energi global praktis lumpuh.
Selain kapal tanker minyak mentah, lebih dari 100 kapal pengangkut produk energi dilaporkan terjebak di sekitar Selat Hormuz.
Kapal-kapal tersebut membawa berbagai produk energi penting seperti:
-
LPG (gas memasak)
-
Bensin
-
Nafta
-
Solar
-
Bahan bakar jet
Sebagian besar produk tersebut biasanya dikirim ke negara-negara Asia.
Akibatnya, kekurangan pasokan energi mulai terasa di berbagai negara di kawasan tersebut.
Ancaman Kelangkaan LPG dan Bahan Bakar
Kondisi ini membuat pemerintah India mulai memantau secara ketat pasokan energi domestik.
Negara tersebut khawatir akan menghadapi kekurangan gas LPG untuk rumah tangga dalam beberapa minggu ke depan akibat terganggunya pasokan dari Teluk.
Jika konflik tidak segera mereda, krisis energi di Asia diperkirakan akan semakin parah.
Analis pasar energi global memperingatkan bahwa situasi ini bisa menjadi salah satu gangguan pasokan energi terbesar dalam beberapa tahun terakhir.