fin.co.id - Ketegangan diplomatik antara Teheran dan Washington kembali memanas. Otoritas resmi Iran secara tegas membantah laporan media Barat yang menyebut adanya upaya komunikasi rahasia dari pihak Iran kepada Amerika Serikat (AS) dalam beberapa hari terakhir.
Pernyataan ini muncul menyusul laporan dari situs berita Axios yang mengklaim bahwa Teheran telah mengirimkan pesan kepada Gedung Putih namun belum menerima balasan. Menanggapi hal tersebut, seorang pejabat tinggi Iran memberikan klarifikasi resmi melalui Kantor Berita Tasnim pada Kamis 5 Maret 2026.
"Tidak ada pesan yang dikirim dari Iran kepada AS. Iran juga tidak akan membalas pesan-pesan yang dikirim oleh pihak Amerika," ungkap pejabat tersebut dengan nada lugas.
Bantahan ini bukan sekadar urusan administrasi diplomatik. Pejabat tersebut justru menekankan kesiapan militer Teheran di tengah situasi geopolitik yang tidak menentu. Ia menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Iran kini telah mempersiapkan diri untuk skenario perang jangka panjang (long war).
Pengamat menilai sikap keras Iran ini merupakan bentuk strategi "perang urat syaraf" untuk menunjukkan posisi tawar mereka di kawasan Teluk. Dengan menolak berdialog di bawah tekanan, Iran ingin menegaskan bahwa militer mereka memiliki ketahanan dan strategi asimetris yang cukup kuat jika konflik fisik benar-benar pecah.
Hingga saat ini, pihak Teheran terus memperkuat lini pertahanan nasional mereka. Langkah tersebut diambil guna mengantisipasi segala kemungkinan di tengah meningkatnya kehadiran armada tempur asing di sekitar perairan strategis Timur Tengah sepanjang awal tahun 2026 ini.