Prabowo Kirim Surat Belasungkawa atas Wafatnya Ali Khamenei Usai Tuai Kritik Publik

news.fin.co.id - 05/03/2026, 11:21 WIB

Prabowo Kirim Surat Belasungkawa atas Wafatnya Ali Khamenei Usai Tuai Kritik Publik

Presiden Prabowo Subianto kirim surat duka cita resmi atas wafatnya Ali Khamenei. Respons ini muncul usai kritik Dino Patti Djalal soal posisi luar negeri RI.Foto:Ilustrasi/IG@prabowo

fin.co.id – Presiden Prabowo Subianto secara resmi menyampaikan ucapan duka cita mendalam atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Langkah diplomatik ini terungkap setelah Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memberikan penjelasan resmi guna merespons dinamika yang berkembang di masyarakat.

Pesan tertulis dari Presiden Prabowo tersebut ditujukan langsung kepada Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. Menteri Luar Negeri Sugiono menyerahkan surat resmi tersebut kepada Duta Besar Iran untuk Indonesia, Muhammad Boroujerdi, di Jakarta pada Kamis 5 Maret 2026.

"Presiden Prabowo Subianto menulis surat duka cita atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang gugur dalam serangan militer pada awal Maret 2026," tulis Teddy Indra Wijaya melalui akun media sosial resminya.

Pernyataan ini sekaligus menjadi jawaban atas kritik tajam yang sempat dilontarkan oleh mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal. Sebelumnya, Dino mempertanyakan sikap pemerintah yang terkesan "dingin" dan tidak segera mengeluarkan pernyataan resmi setelah kabar tewasnya Khamenei akibat serangan rudal di Teheran mencuat.

Advertisement

Dino menilai ketiadaan ucapan belasungkawa di awal kejadian sebagai sesuatu yang tidak lazim dalam etika hubungan negara sahabat. Ia bahkan sempat mempertanyakan apakah Indonesia masih konsisten menganut prinsip politik luar negeri bebas aktif.

Menurutnya, respons yang lambat bisa memengaruhi persepsi Iran terhadap posisi mediasi Indonesia di tengah konflik Timur Tengah.

Menanggapi hal tersebut, pihak Istana menegaskan bahwa surat resmi telah dikirimkan menjelang prosesi pemakaman Ali Khamenei yang direncanakan berlangsung di kota suci Mashhad dalam waktu dekat.

Penyerahan surat secara langsung oleh Menlu Sugiono kepada Dubes Iran menjadi simbol bahwa Indonesia tetap menjaga hubungan bilateral yang erat dengan Teheran.

Langkah ini diharapkan mampu meredam spekulasi mengenai arah kebijakan luar negeri Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Pemerintah menegaskan bahwa penghormatan terhadap pemimpin negara sahabat tetap menjadi prioritas, terutama dalam situasi krisis yang melibatkan stabilitas keamanan internasional di awal tahun 2026 ini.

Lina
Lina
Penulis

Penulis FIN.CO.ID