Berbeda dari tunjangan tetap, tunjangan tidak tetap memiliki nilai yang bisa berubah-ubah. Pembayarannya juga tidak selalu dilakukan setiap bulan karena biasanya bergantung pada faktor tertentu.
Beberapa contoh tunjangan tidak tetap antara lain:
-
Uang makan harian
-
Insentif penjualan
-
Tunjangan transportasi harian
-
Bonus target kerja
-
Insentif kehadiran
Karena sifatnya fleksibel, tunjangan tidak tetap sering digunakan perusahaan sebagai alat untuk meningkatkan motivasi kerja.
Karyawan yang memiliki kinerja tinggi atau tingkat kehadiran yang baik akan mendapatkan tambahan penghasilan lebih besar.
Namun, HR perlu memastikan bahwa sistem pemberian tunjangan ini memiliki aturan yang jelas dan transparan.
Jika mekanismenya tidak dipahami dengan baik oleh karyawan, hal tersebut berpotensi menimbulkan konflik atau persepsi ketidakadilan di lingkungan kerja.
4. Potongan Gaji yang Mengurangi Penghasilan Bersih
Selain tambahan dari berbagai tunjangan, gaji karyawan juga dapat berkurang karena adanya potongan tertentu.
Potongan gaji ini biasanya terbagi menjadi dua kategori, yaitu potongan wajib dan potongan internal perusahaan.
Potongan wajib yang diatur pemerintah meliputi:
-
Pajak penghasilan karyawan atau PPh Pasal 21
-
Iuran BPJS Kesehatan
-
Iuran BPJS Ketenagakerjaan
Ketentuan potongan tersebut mengikuti regulasi pemerintah dan harus dipatuhi oleh perusahaan maupun karyawan.
Selain potongan wajib, beberapa perusahaan juga menerapkan potongan lain berdasarkan kebijakan internal, seperti:
-
Cicilan pinjaman karyawan
-
Denda keterlambatan
-
Sanksi pelanggaran aturan perusahaan