fin.co.id - Nama Esmail Ghaani, sang komandan Pasukan Quds dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), jadi perbincangan luas di media sosial setelah pemimpin Iran Ayatullah Ali Khamanei tewas dirudal Israel pada 28 Februari lalu. Sebab, Esmail Ghaani lolos dari serangan mematikan itu setelah bertemu dengan Ali Khamanei.
Kabar liar yang beredar dari media Iran mengklaim kalau Esmail Ghaani dituduh main gila alias jadi mata-mata untuk badan intelijen Israel, Mossad
Alasan penahanannya bikin geleng-geleng kepala karena Ghaani disebut-sebut sebagai pejabat terakhir yang bertemu dengan mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Khamenei sebelum kematiannya. Tak cuma itu, ia juga orang terakhir yang bertatap muka dengan bos Hizbullah, Hasan Nasrallah.
Kecurigaan makin menjadi-jadi lantaran tokoh-tokoh besar itu tewas kena roket Israel tepat setelah bertemu dengan Ghaani, sementara sang komandan selalu lolos dari maut.
Selama dua tahun terakhir, Qaani yang kini berusia 67 tahun memang punya reputasi sakti karena selalu hidup di saat orang-orang di sekitarnya tewas.
Saat Iran lagi panas-panasnya perang lawan Amerika Serikat dan Israel, nasibnya malah jadi bahan spekulasi liar di media sosial.
Sebuah akun di platform X bahkan berani menyebut kalau bos Pasukan Quds ini sudah dieksekusi oleh IRGC karena dicurigai sebagai agen Mossad setelah berkali-kali selamat dari upaya pembunuhan yang menewaskan rekan-rekannya.
Padahal, sejak menjabat menggantikan Qassem Suleimani pada 2020, Qaani memegang unit elit yang mengurus jaringan proksi di Timur Tengah.
Namun, di bawah komandonya, tokoh-tokoh penting seperti Ismail Haniyeh hingga puluhan komandan senior lainnya malah rontok satu per satu. Puncaknya, saat operasi gabungan AS-Israel menewaskan Ayatollah Ali Khamenei dan jajaran petinggi keamanan baru-baru ini, nama Qaani lagi-lagi tidak ada dalam daftar korban tewas.
Kejanggalan ini bikin internal Iran gerah sampai kabarnya mereka meluncurkan penyelidikan besar-besaran soal kebocoran keamanan. Beberapa sumber menyebut Qaani dan timnya sekarang sedang diisolasi dan diinterogasi habis-habisan.