Kronologi Ojol Serang Kampus UNM Makassar Usai Rekannya Diduga Dipukuli Mahasiswa

news.fin.co.id - 06/03/2026, 06:34 WIB

Kronologi Ojol Serang Kampus UNM Makassar Usai Rekannya Diduga Dipukuli Mahasiswa

Ratusan Ojol Serang Kampus UNM Makassar Usai Rakannya Diduga Dipukul Mahasisswa Saat Demo. (ANTARA/Darwin Fatir.)

fin.co.id - Ratusan pengemudi ojek online (ojol) mendatangi Kampus Universitas Negeri Makassar (UNM) di Jalan Andi Pangeran Pettarani, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis malam. Mereka merusak sejumlah fasilitas kampus setelah seorang pengemudi ojol diduga dipukuli oleh mahasiswa yang sedang melakukan aksi demonstrasi dengan memblokir jalan di depan kampus tersebut.

Kericuhan bermula saat seorang pengemudi ojol yang tengah mengantar pesanan makanan mencoba melintas di lokasi demonstrasi. Namun, menurut pengakuannya, ia tidak diizinkan melewati jalan yang diblokir massa aksi.

"Kronologinya itu, kita lagi mengantar orderan makanan. Dari kami ojol sudah minta izin ke pendemo membuka jalan mau menyelesaikan pengantaran order. Tapi, tidak mau, lalu tiba-tiba saya diserang," ujar Emil korban pengemudi ojol menceritakan kepada awak media di lokasi kejadian.

Selain dilarang melintas, Emil mengaku dirinya menjadi korban pemukulan oleh oknum mahasiswa. Tak hanya itu, sepeda motornya juga dirusak dalam insiden tersebut. Ia juga menyebut adiknya turut menjadi korban pemukulan.

Advertisement

"Motor dirusak, dihancurkan. Sementara ini baru satu diketahui (rusak), tidak tahu kalau ada motor teman-teman lain (dirusak). Adik saya juga dipukuli, ini sementara visum dan sudah ada pertanggungjawaban dari kampus," tuturnya.

Kabar mengenai pemukulan terhadap pengemudi ojol tersebut dengan cepat menyebar di kalangan rekan sesama pengemudi. Informasi yang diterima menjelang waktu berbuka puasa itu memicu solidaritas para ojol yang kemudian berdatangan ke lokasi.

Mereka kemudian melempari area kampus dengan batu dan memaksa mahasiswa yang berada di lokasi untuk mundur dan masuk ke dalam area kampus. Situasi semakin memanas ketika jumlah pengemudi ojol yang datang terus bertambah.

Sebagian dari mereka bahkan masuk ke dalam kawasan kampus sambil mengejar mahasiswa yang berlarian. Sejumlah fasilitas di lantai dasar Gedung Pinisi dilaporkan mengalami kerusakan, termasuk kaca jendela yang pecah akibat aksi tersebut.

Mengetahui situasi semakin memanas, aparat dari Polrestabes Makassar segera dikerahkan ke lokasi untuk mengendalikan keadaan. Polisi berupaya meredam aksi massa agar tidak meluas sekaligus menjaga situasi tetap kondusif.

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana juga turun langsung ke lokasi untuk menenangkan massa ojol yang berkumpul di depan kampus.

"Insyaallah apa yang menjadi keinginan rekan-rekan ojol akan kami laksanakan. Kami akan memproses pelaku (pemukulan) dan memperbaiki motor yang dirusak," papar Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana di lokasi.

Ia menjelaskan bahwa kedatangan ratusan pengemudi ojol tersebut dipicu rasa solidaritas terhadap rekan mereka yang diduga menjadi korban pemukulan saat sedang bekerja mengantar pesanan pelanggan.

"Kejadiannya itu, ada rekan ojol berselisih paham dengan pengunjuk rasa (dihalangi lewat). Motornya juga dirusak. Karena rasa solidaritas ojol mereka kumpul menuntut keadilan," katanya lagi.

Advertisement

Pihak kepolisian memastikan akan menelusuri pelaku pemukulan terhadap pengemudi ojol tersebut dan memprosesnya secara hukum. Selain itu, sepeda motor yang dirusak dalam insiden tersebut juga akan diganti agar korban dapat kembali bekerja.

Sementara itu, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari civitas akademika Universitas Negeri Makassar terkait peristiwa tersebut.

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca