Pertahankan Pasokan Global, Arab Saudi Alihkan Jutaan Barel Minyak ke Laut Merah

news.fin.co.id - 06/03/2026, 19:24 WIB

Pertahankan Pasokan Global, Arab Saudi Alihkan Jutaan Barel Minyak ke Laut Merah

fin.co.id - Arab Saudi mengalihkan jutaan barel minyak mentah ke pelabuhan Yanbu di pantai Laut Merah, menurut laporan Bloomberg, Kamis, 5 Maret 2026.

Data pelacakan kapal tanker yang dikumpulkan oleh Bloomberg menunjukkan bahwa lima kapal tanker minyak mentah super besar (VLCC) meninggalkan pelabuhan Yanbu di pantai Laut Merah Arab Saudi selama empat hari pertama bulan Maret.

Kapal-kapal ini dapat membawa total sekitar 10 juta barel. Hal ini menjadikan pengiriman harian rata-rata hingga saat ini sekitar 2,5 juta barel per hari.

Langkah ini bertujuan untuk membantu eksportir minyak terbesar di dunia tersebut mempertahankan pasokan ke pasar global karena Selat Hormuz tetap tertutup akibat konflik yang sedang berlangsung dengan Iran.

Advertisement

Data pelacakan kapal tanker minyak yang dikumpulkan oleh Bloomberg menunjukkan bahwa lima kapal tanker super telah memuat minyak bulan ini di pelabuhan Yanbu di pantai barat Kerajaan, dengan ekspor tiga kali lipat dari rata-rata yang tercatat pada bulan Februari.

Arab Saudi biasanya mengirimkan sebagian besar minyak mentahnya dari pelabuhan Ras Tanura di Teluk Arab. Meskipun operasi pemuatan di sana belum berhenti, konflik tersebut berarti pengiriman tidak meninggalkan wilayah tersebut untuk pasar global seperti biasanya.

Konflik tersebut secara efektif menutup Selat Hormuz untuk pelayaran komersial, mengganggu pasokan minyak, bahan bakar, dan gas serta mengancam produksi energi di seluruh wilayah jika situasi ini berlanjut.

Kapasitas Penyimpanan Besar Arab Saudi

Menurut JPMorgan Chase, kapasitas penyimpanan Arab Saudi yang sangat besar memungkinkan negara itu untuk tidak terpengaruh pada dampak penutupan Selat Hormuz yang berkepanjangan.

Opsi pengalihan pengiriman ke pelabuhan Yanbu juga memberikan margin keamanan tambahan.

Konsultan energi Energy Aspects juga mengatakan, Arab Saudi mungkin memiliki kapasitas yang lebih besar untuk menahan guncangan di sektor energi daripada beberapa negara tetangganya.

Saudi Aramco, raksasa energi Kerajaan, mengatakan pada hari Rabu bahwa mereka mengirimkan volume ekspor dari area produksi utamanya di timur melalui pipa ke pelabuhan di Laut Merah.

Secara teori, pipa ini memiliki kapasitas untuk mengangkut sebagian besar ekspor minyak mentah harian Arab Saudi, yang diperkirakan sekitar 7 juta barel.

Advertisement
Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID