Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah penghematan pada program Makan Bergizi Gratis.
Namun Purbaya menegaskan bahwa penghematan tersebut tidak akan mengurangi alokasi utama untuk penyediaan makanan bagi masyarakat.
Efisiensi lebih difokuskan pada belanja pendukung yang tidak berkaitan langsung dengan penyediaan makanan.
“Kalau itu kita akan melakukan langkah-langkah supaya itu tidak terjadi. Bisa penghematan di mana? Misalnya penghematan di MBG,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah ingin memastikan program ini tetap berjalan, tetapi dengan pengelolaan anggaran yang lebih efisien.
Purbaya menjelaskan bahwa beberapa jenis pengeluaran yang tidak berkaitan langsung dengan penyediaan makanan berpotensi untuk dikurangi.
Contohnya adalah pengadaan fasilitas atau peralatan yang dianggap tidak terlalu mendukung tujuan utama program.
“Yang jelas MBG programnya bagus, tapi kita ingin cegah kalau ada belanja yang tidak terlalu mendukung langsung makanan itu. Misalnya beli motor untuk seluruh SPPG atau pembelian komputer,” jelasnya.
Dengan pendekatan ini, pemerintah berharap program MBG tetap dapat berjalan optimal tanpa mengganggu stabilitas fiskal negara.
Infrastruktur Juga Bisa Ditunda
Selain program MBG, pemerintah juga mempertimbangkan untuk melakukan penjadwalan ulang terhadap beberapa proyek infrastruktur.
Kebijakan ini terutama menyasar proyek-proyek yang bersifat multi-years atau dapat dilanjutkan pada tahun anggaran berikutnya.
Purbaya mencontohkan beberapa program di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang berpotensi digeser jadwalnya.