Setelah Iran, Trump Targetkan Perubahan Rezim di Kuba

news.fin.co.id - 07/03/2026, 17:02 WIB

Setelah Iran, Trump Targetkan Perubahan Rezim di Kuba

fin.co.id - Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Kuba adalah agenda selanjutnya setelah Iran. Ia memprediksi bahwa pulau yang dikelola rezim komunis itu, "akan segera jatuh".

"Mereka sangat ingin membuat kesepakatan," kata Trump kepada CNN dalam sebuah wawancara telepon, Jumat, 6 Maret 2026.

Ia juga memberi isyarat bahwa ia akan beralih ke proyek yang tidak ditentukan untuk Kuba, setelah perang melawan Iran.

"Kami benar-benar fokus pada hal ini sekarang. Kami punya banyak waktu, tetapi Kuba sudah siap - setelah 50 tahun," tambah Trump.

Advertisement

Trump juga menjelaskan bahwa Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio akan menjadi orang kepercayaannya untuk Kuba.

"Dia melakukan pekerjaan yang bagus, dan yang berikutnya adalah, kami ingin melakukan hal khusus untuk Kuba," kata Trump.

Baik Trump maupun Rubio, tidak merahasiakan keinginan mereka untuk mewujudkan perubahan rezim di Havana, setelah menggulingkan musuh bebuyutan Washington lainnya di Karibia: Pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro.

Tak Ada Kapal Tanker ke Kuba

Trump telah berulang kali mengatakan, bahwa ia percaya rezim Kuba sudah siap untuk runtuh. Dalam upaya untuk mempercepat kehancuran Kuba, ia memberlakukan blokade energi terhadap negara Karibia tersebut.

Negara Kuba belum menerima pengiriman minyak sejak 9 Januari 2026. Kondisi ini memaksa maskapai penerbangan untuk mengurangi atau menangguhkan penerbangan ke pulau itu dan memperdalam krisis ekonomi yang berkepanjangan.

Kuba, yang berada di bawah embargo perdagangan AS sejak 1962, selama bertahun-tahun telah terperangkap dalam krisis parah yang ditandai dengan pemadaman listrik yang berkepanjangan dan kekurangan bahan bakar, obat-obatan, dan makanan.

Washington baru-baru ini sedikit melonggarkan blokade minyaknya untuk memungkinkan perusahaan swasta di Kuba mengimpor sejumlah kecil minyak.

Pada hari Rabu, dua pertiga pulau itu mengalami pemadaman listrik setelah kerusakan di pembangkit listrik Antonio Guiteras, pembangkit listrik terbesar di pulau itu.

Advertisement
Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID