Ia juga menegaskan TNI harus bekerja secara profesional dan responsif dengan menjaga kesiapsiagaan operasional yang tinggi.
“TNI bertugas secara profesional dan responsif, yang diwujudkan dengan senantiasa memelihara kemampuan dan kekuatan agar selalu siap operasional serta siap siaga mengantisipasi perkembangan di lingkungan strategis internasional, regional, maupun nasional,” paparnya.
Keputusan Siaga 1 ini disebut berkaitan dengan perkembangan situasi internasional, terutama konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Konflik tersebut meletus pada 28 Februari 2026 dan hingga kini masih terus berlangsung.
Meski terjadi jauh dari wilayah Indonesia, perkembangan konflik global tersebut tetap dipantau secara serius karena berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan dan geopolitik dunia.