Detik-Detik Mencekam Kapal Musaffah 2 Meledak di Selat Hormuz: Api Membakar Anjungan, 3 WNI Hilang!

news.fin.co.id - 08/03/2026, 20:53 WIB

Detik-Detik Mencekam Kapal Musaffah 2 Meledak di Selat Hormuz: Api Membakar Anjungan, 3 WNI Hilang!

Detik-detik kapal Musaffah 2 meledak saat towing di Selat Hormuz. Tiga WNI masih hilang, satu dirawat, dan investigasi mendalam terus dilakukan otoritas. (X/@BashaReport)

fin.co.id - Suasana sunyi di perairan Selat Hormuz pada Jumat dini hari, 6 Maret 2026, berubah menjadi mimpi buruk. Kapal tug boat Musaffah 2 yang sedang berjuang melakukan misi penyelamatan terhadap kapal kontainer Safeen Prestige yang rusak, tiba-tiba dihantam ledakan dahsyat. Insiden ini mengubah misi penarikan kapal (towing) menjadi tragedi kemanusiaan yang menyisakan duka bagi Indonesia.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun KBRI Abu Dhabi dari salah satu saksi sekaligus penyintas, Sdr. AEN, ledakan terjadi secara mendadak. Saat itu, seluruh tim teknisi dan awak kapal sedang dalam tahap krusial persiapan penarikan kapal kontainer yang mati total karena kehilangan suplai listrik.

Ledakan Saat Persiapan Towing

Misi penyelamatan sebenarnya dimulai dengan penuh harapan. Setelah tiba di lokasi pada Kamis malam, 5 Maret 2026 sekitar pukul 20.00 waktu setempat, tim yang terdiri dari 7 awak kapal dan 6 teknisi segera bergerak. Mereka bekerja bahu-membahu untuk menyambungkan peralatan agar kapal Safeen Prestige yang lumpuh dapat ditarik ke tempat aman.

Advertisement

Kondisi yang serba gelap karena ketiadaan listrik di kapal kontainer membuat suasana kerja semakin menantang. Sekitar pukul 02.00 dini hari, saat seluruh persiapan penarikan hampir rampung, sebuah ledakan hebat mengguncang kapal Musaffah 2. Api dengan cepat melahap struktur kapal, bahkan menghanguskan bagian anjungan yang menjadi pusat kendali navigasi.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Elizabeth Mewengkang, mengungkapkan detail peristiwa tersebut kepada wartawan, Minggu (8/3/2026). "Saat kejadian tersebut, kapal Musaffa 2 sedang melakukan pengecekan terhadap kontainer Safin Prestige yang rusak," ujar Yvonne.

Kepanikan di Tengah Laut

Ledakan tersebut memicu kepanikan luar biasa di atas kapal. Dalam hitungan menit, Musaffah 2 mulai terbakar hebat dan perlahan tenggelam. Situasi di lokasi menjadi sangat kacau. Sebagian awak kapal berusaha menyelamatkan diri dari kobaran api yang kian membesar, namun nasib berkata lain bagi sebagian lainnya.

Tragedi ini menelan korban di kalangan warga negara Indonesia (WNI). Satu orang WNI yang merupakan awak kapal kini harus berjuang melawan luka bakar serius di rumah sakit Kota Khasab, Oman. Sementara itu, satu orang teknisi, Sdr. AEN, berhasil selamat dan kini telah dievakuasi ke Abu Dhabi oleh perusahaan pemilik kapal.

Duka mendalam dirasakan oleh keluarga dari tiga WNI lainnya, yaitu Sdr. MP, Sdr. SR, dan Sdr. AS. Hingga saat ini, ketiganya masih dinyatakan hilang bersama satu warga negara asing lainnya. Otoritas setempat masih terus berupaya melakukan pencarian di titik tenggelamnya kapal.

Penyelidikan Mendalam Terus Berjalan

Mengapa ledakan hebat itu terjadi secara tiba-tiba? Hingga kini, otoritas di Persatuan Emirat Arab (PEA) dan Oman masih melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut. Apakah ada kebocoran gas, kendala teknis mesin, atau faktor eksternal lainnya, semuanya masih dalam tahap pemeriksaan oleh tim ahli.

KBRI Abu Dhabi dan KBRI Muscat terus mengawal ketat proses investigasi ini. Selain fokus pada pencarian korban hilang, pihak kedutaan memastikan hak-hak dan pendampingan kekonsuleran bagi korban selamat telah terpenuhi dengan baik.

Advertisement

Mengingat situasi keamanan yang rentan di wilayah tersebut, pihak kedutaan kembali mengeluarkan peringatan keras bagi seluruh WNI, khususnya mereka yang berprofesi sebagai pelaut di kawasan Timur Tengah. "Segera lakukan lapor diri untuk memastikan respon cepat dan tepat dari Perwakilan RI. Dalam keadaan darurat, WNI dapat menghubungi hotline KBRI Abu Dhabi di nomor +971566156259," tegas perwakilan kedutaan.

Kejadian tragis ini menjadi pengingat bahwa di balik tugas mulia para pelaut Indonesia di perairan internasional, terdapat risiko besar yang mengintai setiap saat. Saat ini, doa dari seluruh penjuru tanah air tertuju pada ketiga WNI yang masih hilang, semoga mereka segera ditemukan dalam kondisi selamat. - Anisha Aprilia/Disway

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Pemimpin Redaksi FIN.CO.ID