Nasional . 08/03/2026, 17:07 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id – Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Keagamaan Pegawai pada 6–7 Maret 2026.
Kegiatan yang mengangkat tema "Internalisasi Nilai Spiritual melalui Refleksi Diri, Kebersamaan, dan Kepedulian Sosial" ini menjadi momentum untuk memperkuat nilai kemanusiaan di lingkungan kerja kementerian melalui aksi nyata yang menyentuh masyarakat.
Dalam rangkaian acara tersebut, Diktis menyalurkan santunan sebesar Rp100 juta kepada empat yayasan yang menaungi anak-anak yatim dan piatu. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian langsung terhadap kesejahteraan mereka.
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin menegaskan, ibadah puasa di bulan Ramadan seharusnya tidak hanya menjadi rutinitas spiritual, tetapi juga mampu mendorong perubahan perilaku yang memberikan dampak sosial.
"Puasa sesungguhnya adalah instrumen untuk membentuk pribadi yang berintegritas dan menjadi versi terbaik dari diri kita. Namun, kesuksesan ibadah kita diukur dari sejauh mana kita mampu mentransformasi perilaku menjadi lebih peduli dan berbagi," ujar Kamaruddin Amin.
Ia juga menambahkan bahwa religiusitas sejati harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
"Menjadi religius yang benar berarti harus berdampak secara sosial (socially impactful). Kualitas hidup kita tergantung pada seberapa besar manfaat yang kita berikan dan seberapa banyak orang yang tersenyum karena kebaikan kita," tambahnya.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno turut menyampaikan apresiasi atas kegiatan sosial yang dilakukan oleh jajaran Diktis. Ia menilai kegiatan tersebut sebagai bentuk nyata kehadiran Kementerian Agama di tengah masyarakat.
"Alhamdulillah hari ini terutama dari Diktis sudah melakukan kegiatan dan upaya menyapa masyarakat melalui pemberian santunan kepada Yayasan terutama yang mengelola anak-anak yatim dan piatu. Ini adalah konsen kami bagaimana Pendis, terutama Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, hadir di tengah masyarakat memberikan atensi dan perhatian, terutama di bulan Ramadan," ujar Amien usai menyerahkan santunan secara simbolis.
Ia berharap kegiatan berbagi tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi dapat menjadi tradisi yang terus dilanjutkan di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. Menurutnya, semangat kepedulian sosial harus menjadi bagian dari karakter para pegawai dalam menjalankan tugas pengabdian kepada negara dan masyarakat.
"Mudah-mudahan ini menjadi legacy, ke depannya akan terus dilakukan lebih baik, menghadirkan rasa empati kita kepada orang-orang yang membutuhkan. Saya ucapkan terima kasih kepada Diktis yang luar biasa," pungkasnya.
Sementara itu, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Phil Sahiron menekankan pentingnya penguatan nilai spiritual sebagai landasan profesionalitas dalam bekerja.
"Kepedulian sosial yang kita tunjukkan hari ini adalah cerminan dari refleksi diri dan kebersamaan yang ingin kita bangun di lingkungan Diktis. Sebagaimana puasa yang mempertajam sensitivitas spiritual, kerja-kerja kita pun harus didasari oleh kepekaan nurani terhadap sesama. Keseimbangan antara profesionalitas birokrasi dan empati kemanusiaan adalah kunci untuk menciptakan pelayanan publik yang lebih humanis dan bermartabat," tegas Sahiron.
Moh Purwadi/Disway
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media