Badan Intelijen Strategis (Bais TNI) juga mendapat mandat penting dalam telegram tersebut.
Satuan ini diminta berkoordinasi dengan atase pertahanan Indonesia di negara-negara terdampak konflik, khususnya di kawasan Timur Tengah.
Tujuannya adalah:
- Mendata warga negara Indonesia (WNI) di wilayah tersebut
- Menyusun rencana evakuasi jika diperlukan
- Berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri serta Kedutaan Besar RI
Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan terhadap WNI di luar negeri.
4. Pengamanan Khusus di Ibu Kota
Wilayah DKI Jakarta menjadi salah satu fokus utama pengamanan.
Kodam Jaya/Jayakarta diperintahkan meningkatkan patroli di sejumlah lokasi strategis, termasuk:
- Objek vital nasional
- Kawasan diplomatik
- Gedung kedutaan besar negara sahabat
Pengamanan ini bertujuan menjaga stabilitas keamanan di ibu kota negara.
5. Deteksi Dini oleh Satuan Intelijen
Seluruh elemen intelijen TNI diminta meningkatkan kegiatan deteksi dini dan pencegahan awal terhadap potensi ancaman keamanan.
Pengawasan difokuskan pada area-area sensitif seperti objek vital strategis dan fasilitas diplomatik.
6. Kesiapsiagaan Balakpus
Badan pelaksana pusat (Balakpus) TNI juga diperintahkan untuk berada dalam kondisi siaga penuh.