BBM Subsidi Bakal Naik? Menkeu: Tunggu Sebulan ke Depan

news.fin.co.id - 09/03/2026, 17:32 WIB

BBM Subsidi Bakal Naik? Menkeu: Tunggu Sebulan ke Depan

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa,

fin.co.id -  Isu kenaikan BBM subsidi kembali mencuat di tengah lonjakan harga minyak dunia akibat memanasnya konflik geopolitik global. Namun pemerintah memastikan hingga saat ini belum ada keputusan untuk menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menegaskan bahwa pemerintah masih memantau perkembangan harga minyak dunia sebelum mengambil langkah kebijakan.

“Sampai sekarang belum ada kebijakan untuk mengubah subsidi BBM dalam arti menaikkan harga,” kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Senin.

Pemerintah Pantau Perkembangan Sebulan ke Depan

Advertisement

Menurut Purbaya, pemerintah akan memantau dinamika harga minyak global dalam waktu sekitar satu bulan ke depan sebelum memutuskan apakah diperlukan penyesuaian kebijakan energi.

Ia menilai kondisi fiskal saat ini masih cukup kuat untuk menahan dampak lonjakan harga minyak dunia.

“Sekarang belum saatnya mengambil keputusan karena kemampuan anggaran negara masih cukup,” ujarnya.

Purbaya juga menambahkan bahwa harga minyak dunia saat ini masih berada dalam batas yang bisa ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Pasokan BBM Nasional Masih Aman

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, memastikan pasokan bahan bakar nasional masih aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

Bahlil menegaskan bahwa pemerintah juga belum berencana menaikkan harga Pertalite, yang merupakan salah satu jenis BBM bersubsidi yang paling banyak digunakan masyarakat.

Harga Minyak Dunia Melonjak

Lonjakan harga minyak dunia dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik, terutama konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Advertisement

Harga minyak mentah jenis Brent Crude bahkan dilaporkan menembus 118 dolar AS per barel, level tertinggi sejak Juni 2022.

Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata harga minyak pada awal tahun 2026. Pada Januari lalu, harga minyak Brent berada di kisaran 64 dolar AS per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) sekitar 57,87 dolar AS per barel.

Gatot Wahyu
Gatot Wahyu
Penulis

Penulis FIN.CO.ID