fin.co.id - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Pete Hegseth mengatakan, operasi militer AS ke Iran masih jauh dari selesai. Ia menegaskan, bahwa kampanye tersebut baru saja dimulai.
Dalam sebuah wawancara yang ditayangkan di CBS News, Minggu, 9 Maret 2026, Hegseth mengatakan, kemampuan Iran untuk memproyeksikan kekuatan di kawasan itu terus melemah.
“Berkurang dan akan semakin berkurang. Sekali lagi, yang ingin saya sampaikan kepada pemirsa Anda adalah ini baru permulaan,” kata Hegseth.
Menurut Pentagon, lebih dari 50.000 tentara AS terlibat dalam apa yang disebut Operasi Epic Fury. Militer AS dilaporkan telah menyerang sekitar 3.000 target di dalam wilayah Iran.
Hegseth juga mengatakan, kampanye tersebut berjalan sesuai rencana, tetapi ia menolak anggapan bahwa kampanye tersebut hampir selesai.
“Kita berada di jalur yang benar, sesuai rencana,” katanya. Hegseth menambahkan, AS dan Israel memiliki kemampuan militer yang “luar biasa” dibandingkan dengan Iran.
“Jika Anda menggabungkan angkatan udara kita dengan angkatan udara Pasukan Pertahanan Israel, mereka adalah dua angkatan udara terkuat di dunia,” tandasnya.
Seruan Agar Iran Menyerah Tanpa Syarat
Ia juga mengulangi tuntutan Presiden Donald Trump agar Iran “menyerah tanpa syarat,” dengan mengatakan bahwa tujuannya adalah untuk membuat pasukan Iran tidak mampu melanjutkan pertempuran.
“Artinya kita berjuang untuk menang. Artinya kita menetapkan syaratnya. Kita akan tahu kapan mereka tidak mampu lagi bertempur,” kata Hegseth.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan regional di tengah serangan AS dan Israel terhadap target Iran dan serangan balasan di seluruh Timur Tengah.
Menurut Pentagon, AS siap untuk melanjutkan kampanye selama diperlukan untuk mencapai tujuannya. Hegseth juga memperingatkan bahwa korban jiwa diperkirakan akan terjadi seiring berlanjutnya konflik.