fin.co.id - Perkembangan teknologi militer global membuat sistem persenjataan semakin canggih dan mematikan. Salah satu jenis senjata yang sering menjadi perhatian dunia adalah rudal jarak jauh, terutama rudal hipersonik dan rudal balistik.
Kedua jenis rudal ini memiliki kemampuan serangan yang sangat kuat dan sering digunakan sebagai alat utama dalam strategi pertahanan maupun penyerangan militer.
Meski sama-sama berfungsi sebagai senjata strategis, rudal hipersonik dan rudal balistik memiliki karakteristik, teknologi, serta kemampuan yang berbeda.
Di satu sisi, rudal hipersonik dianggap sebagai inovasi terbaru dalam dunia militer karena mampu bergerak sangat cepat dan sulit dideteksi oleh sistem pertahanan udara.
Sementara itu, rudal balistik sudah lama menjadi tulang punggung kekuatan militer berbagai negara karena memiliki jangkauan yang sangat jauh dan mampu membawa hulu ledak besar, termasuk nuklir.
Lalu sebenarnya apa perbedaan utama antara kedua jenis rudal ini? Mana yang lebih kuat dan lebih berbahaya?
Rudal hipersonik merupakan jenis rudal yang mampu melaju dengan kecepatan lebih dari Mach 5, atau lima kali kecepatan suara.
Sebagai gambaran, kecepatan Mach 5 setara dengan sekitar 6.100 kilometer per jam. Kecepatan luar biasa ini membuat rudal hipersonik dapat mencapai target dalam waktu sangat singkat.
Namun, bukan hanya kecepatan yang membuat rudal hipersonik sangat berbahaya. Senjata ini juga memiliki kemampuan manuver tinggi selama penerbangan, sehingga jalurnya sulit diprediksi oleh radar maupun sistem pertahanan udara musuh.
Secara umum, teknologi senjata hipersonik terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu:
1. Hypersonic Glide Vehicle (HGV)
HGV diluncurkan menggunakan roket seperti rudal balistik. Setelah mencapai ketinggian tertentu, kendaraan hipersonik ini kemudian meluncur di atmosfer menuju target sambil melakukan berbagai manuver.
Karena mampu mengubah arah selama penerbangan, sistem pertahanan udara sangat sulit memprediksi titik jatuhnya.