1.022 Paket MBG di SMA Negeri 2 Pamekasan Ditolak, Menu Lele Mentah Picu Kekhawatiran

news.fin.co.id - 10/03/2026, 12:51 WIB

1.022 Paket MBG di SMA Negeri 2 Pamekasan Ditolak, Menu Lele Mentah Picu Kekhawatiran

1.022 paket Makan Bergizi Gratis di SMA Negeri 2 Pamekasan ditolak karena menu diduga masih mentah. Foto: Tangkapan Layar TikTok Berbagai Sumber.

fin.co.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi perbincangan. Kali ini, sorotan muncul dari SMA Negeri 2 Pamekasan setelah pihak sekolah menemukan menu makanan yang diduga masih dalam kondisi mentah.

Alih-alih langsung didistribusikan kepada siswa, sekolah justru menolak seluruh paket yang datang. Total ada 1.022 porsi MBG yang akhirnya dikembalikan kepada penyedia pada Senin, 09 Maret 2026. Keputusan itu diambil demi menghindari potensi risiko kesehatan bagi para siswa.

Peristiwa ini langsung memicu perhatian karena program makan bergizi untuk pelajar seharusnya memastikan makanan siap konsumsi dan aman.

Sekolah Temukan Menu MBG Masih Mentah

Advertisement

Temuan tersebut pertama kali disampaikan oleh Hairuddin, Wakil Kepala Sekolah bidang sarana prasarana sekaligus koordinator penerima dan pendistribusi program MBG di sekolah.

Menurutnya, menu yang datang tidak sesuai dengan pedoman pengelolaan program makan bergizi yang seharusnya diberikan kepada siswa.

Dalam paket tersebut, pihak sekolah menemukan ikan lele yang masih mentah. Ikan itu dikemas dalam satu wadah bersama dua potong tempe dan dua potong tahu.

Menu tersebut disebut sebagai jatah makanan untuk beberapa hari ke depan.

Namun, kondisi ikan yang belum dimasak langsung menimbulkan kekhawatiran dari pihak sekolah. Mereka menilai distribusi makanan seperti itu berpotensi menimbulkan masalah jika tetap diberikan kepada siswa.

Karena alasan itulah, pihak sekolah memutuskan untuk tidak menerima paket MBG tersebut.

Kekhawatiran Makanan Cepat Membusuk

Pihak sekolah tidak hanya menyoroti kondisi ikan yang mentah. Mereka juga mempertimbangkan risiko penyimpanan makanan dalam wadah tertutup.

Jika lele mentah disimpan dalam kemasan bersama bahan makanan lain, proses pembusukan bisa terjadi lebih cepat. Situasi ini berpotensi merusak tempe dan tahu yang berada dalam satu paket.

Advertisement

Lebih jauh lagi, makanan yang sudah tidak layak konsumsi tentu dapat membahayakan kesehatan siswa.

Oleh karena itu, sekolah memilih langkah tegas dengan menolak seluruh paket yang datang. Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk tanggung jawab terhadap keamanan makanan yang akan dikonsumsi oleh para pelajar.

Wanda Afifah
Wanda Afifah
Penulis

Penulis gaya hidup yang berfokus pada tren kecantikan dan fenomena viral. Berdedikasi mengulas tips perawatan diri yang praktis serta kurasi tren terkini di media sosial. Menyajikan informasi yang inspiratif, akurat, dan relevan bagi kebutuhan gaya hidup modern