fin.co.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta masyarakat agar tetap tenang dalam memenuhi kebutuhan pokok maupun bahan bakar minyak (BBM) menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah. Ia mengingatkan, warga tidak melakukan pembelian berlebihan yang dapat memicu kepanikan di pasar.
Menurut Tito, kondisi persediaan pangan nasional saat ini berada pada tingkat yang sangat memadai sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.
"Jadi, masyarakat sekali lagi tidak perlu panik. Itu hal yang terpenting, ya. Tidak perlu panic buying. Justru panic buying akan membuat gangguan terhadap rantai suplai," kata Tito kepada wartawan, Selasa, 10 Maret 2026.
Mantan Kapolri ini juga menolak anggapan, kenaikan inflasi pada Februari yang mencapai 4,76 persen secara year-on-year (YoY) disebabkan oleh kelangkaan bahan pokok di dalam negeri. Tito menegaskan, harga komoditas makanan dan minuman masih relatif stabil.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, Indonesia saat ini berada dalam kondisi swasembada beras dengan cadangan nasional sekitar 4 juta ton, jumlah yang dinilai sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Dalam hal stabilisasi pasar, Perum Bulog masih memiliki cadangan beras yang cukup. Pemerintah sendiri baru mendistribusikan sekitar 1 juta ton beras melalui program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan).
“Apalagi beras, itu cukup. Cadangan saja yang harusnya dilepas 1,5 juta ton oleh Bulog, itu saja masih tersisa. Kita mempunyai stok lebih kurang 4 juta ton, dan baru dilepas lebih kurang 1 juta ton untuk beras SPHP. Nah, ketersediaan stok beras kita ini cukup,” jelasnya.
Untuk menjaga stabilitas harga menjelang hari besar keagamaan, Mendagri meminta seluruh kepala daerah memimpin rapat koordinasi bersama distributor dan pelaku usaha pasar. Langkah ini bertujuan memastikan distribusi barang tetap lancar serta ketersediaan pasokan tetap terjaga.
Selain itu, pemerintah daerah juga diminta aktif menggelar program Gerakan Pasar Murah sebagai bentuk intervensi agar masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Tito juga mengimbau para kepala daerah untuk menyampaikan informasi resmi kepada masyarakat guna menenangkan situasi dan memastikan bahwa stok bahan pokok di wilayah masing-masing aman.
"Nah, tugas kita pemerintah meyakinkan, menenangkan mereka bahwa stok (bahan pokok di Indonesia) cukup," ujarnya.
Anisha Aprilia/Disway