fin.co.id - Eskalasi konflik bersenjata di Timur Tengah kembali memanas. Memasuki hari ke-9 perang terbuka antara Iran melawan aliansi Amerika Serikat dan Israel pada Senin 9 Maret 2026, situasi di kawasan tersebut semakin mencekam.
Serangan udara berskala besar terus terjadi dari kedua pihak. Rudal jarak jauh, drone tempur, hingga serangan presisi kini menjadi senjata utama dalam pertempuran yang semakin intens.
Target serangan tidak lagi hanya fasilitas militer, tetapi juga menyasar titik strategis, tokoh politik, hingga wilayah permukiman yang memicu kepanikan massal.
Berikut rangkuman perkembangan terbaru konflik Iran–Israel yang memicu perhatian dunia.
Rudal Khorramshahr Diklaim Tembus Pertahanan Israel
Militer Iran melalui Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim berhasil menemukan celah pada sistem pertahanan udara Israel.
Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebut seluruh rudal yang ditembakkan pada gelombang serangan terbaru berhasil mengenai target yang dituju.
Keberhasilan ini dikaitkan dengan penggunaan rudal balistik generasi baru Khorramshahr ballistic missile, yang juga dikenal sebagai rudal Kheibar.
Rudal tersebut disebut memiliki kemampuan Multiple-Reentry Vehicle (MIRV), teknologi yang memungkinkan satu rudal membawa beberapa hulu ledak sekaligus.
Beberapa karakteristik rudal tersebut antara lain:
-
Panjang sekitar 13 meter
-
Berat peluncuran sekitar 20 ton
-
Mampu membawa hulu ledak 1.500–1.800 kilogram
-
Jangkauan hingga 2.000 kilometer
Dengan teknologi MIRV, satu rudal dapat memecah menjadi beberapa hulu ledak yang menyasar banyak target berbeda secara bersamaan.
Sistem ini membuat pertahanan udara musuh jauh lebih sulit mencegat seluruh proyektil karena setiap hulu ledak akan menyebar pada tahap akhir penerbangan.
Militer Iran bahkan mengklaim margin kesalahan rudal ini hanya sekitar 30 meter, menjadikannya salah satu sistem senjata paling presisi yang dimiliki Teheran saat ini.