Nasional

Alasan Ratusan Dapur Program Makan Bergizi Gratis di Sumatra Ditutup

Badan Gizi Nasional (BGN) memutuskan untuk menutup sementara 492 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Sumatra.

Alasan Ratusan Dapur Program Makan Bergizi Gratis di Sumatra Ditutup
ilustrasi

Berdasarkan data BGN per 7 Maret 2026 pukul 11.00 WIB, terdapat 492 SPPG di wilayah Sumatra yang belum melakukan pendaftaran SLHS.

Jumlah ini merupakan hasil pemantauan dari koordinator regional BGN yang melakukan inspeksi langsung terhadap operasional dapur program MBG di berbagai provinsi.

Beberapa provinsi bahkan memiliki jumlah dapur yang belum mendaftarkan sertifikat sanitasi dalam jumlah cukup besar.

Berikut rinciannya:

Sementara itu, beberapa provinsi lain di Sumatra tidak tercatat memiliki dapur yang belum mendaftarkan SLHS, yaitu:

  • Jambi

  • Sumatra Selatan

  • Kepulauan Bangka Belitung

Hal ini menunjukkan adanya perbedaan tingkat kepatuhan pengelola dapur MBG di masing-masing daerah.

Program Makan Bergizi Gratis Fokus pada Anak Sekolah

Program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak sekolah.

Melalui program ini, pemerintah menyediakan makanan bergizi yang diproduksi oleh dapur-dapur SPPG dan kemudian didistribusikan kepada penerima manfaat.

Karena menyangkut konsumsi makanan secara langsung, kualitas kebersihan dapur menjadi faktor yang sangat penting.

Harjito menegaskan bahwa pengawasan terhadap kualitas layanan akan terus diperketat.

“Program ini menyangkut kesehatan masyarakat, sehingga standar keamanan pangan tidak boleh ditawar,” ujarnya.

Pengelola Dapur Diminta Segera Urus Sertifikasi

Berita Terkait