Anti-Gagal! Simak 3 Cara Mengemas Uang Lama Sebelum Datangi Kas Keliling Bank Indonesia

news.fin.co.id - 11/03/2026, 12:39 WIB

 Anti-Gagal! Simak 3 Cara Mengemas Uang Lama Sebelum Datangi Kas Keliling Bank Indonesia

Anti-Gagal! Simak 3 Cara Mengemas Uang Lama Sebelum Datangi Kas Keliling Bank Indonesia

fin.co.id - Animo masyarakat Indonesia untuk menggenggam lembaran rupiah baru menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 kembali melonjak tajam. Armada Kas Keliling Bank Indonesia (BI) kini menjadi tumpuan utama warga yang memburu uang pecahan kecil untuk tradisi salam tempel. Namun, Bank Indonesia memperingatkan masyarakat agar tidak sekadar datang membawa tumpukan uang lama tanpa persiapan matang.

Otoritas moneter tersebut menerapkan prosedur operasional standar yang jauh lebih ketat dan terintegrasi secara digital pada tahun ini. Jika Anda abai terhadap aturan main, petugas di lapangan tidak akan segan menolak permintaan penukaran Anda. Memahami "seni" mengemas uang dan mekanisme pendaftaran digital menjadi kunci utama agar Anda tidak pulang dengan tangan hampa.

Era antrean konvensional yang melelahkan telah berakhir. Bank Indonesia kini mewajibkan seluruh calon penukar untuk melakukan registrasi mandiri melalui portal PINTAR BI (pintar.bi.go.id). Sistem ini berfungsi sebagai filter utama untuk menjaga ketertiban dan pemerataan distribusi uang kartal di seluruh pelosok negeri.

Langkah pertama yang harus Anda pastikan adalah kepemilikan bukti pemesanan yang sah. Petugas Kas Keliling hanya akan melayani warga yang datang sesuai dengan lokasi, tanggal, dan blok jam yang tertera pada bukti pesan tersebut. Anda bisa menunjukkan bukti ini baik dalam bentuk cetak maupun versi digital melalui layar ponsel. Tanpa dokumen digital ini, petugas keamanan akan langsung mengarahkan Anda keluar dari antrean.

Advertisement

Selain itu, BI menerapkan kebijakan "Lockdown NIK" sementara. Sistem akan mengunci Nomor Induk Kependudukan (NIK) KTP Anda jika masih memiliki pesanan aktif yang belum terealisasi. Langkah tegas ini bertujuan untuk mencegah monopoli antrean oleh pihak tertentu dan memberikan kesempatan adil bagi seluruh warga negara untuk mendapatkan kuota penukaran.

Manajemen Uang: Menjadi "Asisten Bank" Mandiri

Salah satu penyebab utama penolakan di loket Kas Keliling bukanlah ketiadaan uang, melainkan cara pengemasan yang semrawut. Bank Indonesia meminta masyarakat untuk membantu mempercepat proses verifikasi dengan melakukan penyortiran mandiri di rumah sebelum mendatangi armada.

1. Sortir Berdasarkan Emisi dan Pecahan

Anda wajib memisahkan uang lama berdasarkan denominasi (pecahan) dan tahun emisinya. Pastikan seluruh lembaran uang menghadap ke arah yang sama (searah). Kerapian ini sangat krusial karena petugas menggunakan mesin hitung otomatis yang sensitif terhadap posisi uang.

2. Pisahkan Kondisi Uang

Masyarakat harus memisahkan antara Uang Layak Edar (ULE) dan Uang Tidak Layak Edar (UTLE) dalam wadah atau amplop yang berbeda. Hal ini memudahkan petugas untuk menentukan mana uang yang bisa langsung ditukar dan mana yang memerlukan penelitian lebih lanjut karena kerusakan fisik.

3. "Haramkan" Penggunaan Staples dan Selotip

Ini adalah aturan emas yang sering dilanggar. Bank Indonesia melarang keras penggunaan staples, selotip, lakban, atau perekat kimia lainnya untuk menyatukan tumpukan uang. Penggunaan benda-benda tersebut berisiko merusak fisik uang dan mengganggu kinerja mesin penghitung bank. Sebagai solusinya, gunakanlah karet gelang atau pengikat kertas tipis yang mudah dilepas tanpa merusak serat kertas rupiah.

Advertisement

Prinsip Nominal Pas dan Nilai Tukar

Efisiensi menjadi napas utama dalam layanan Kas Keliling 2026. Penukar wajib menyiapkan jumlah uang tunai yang pas sesuai dengan angka nominal yang telah Anda input saat melakukan pemesanan daring di situs PINTAR BI.

Ari Nur Cahyo
Ari Nur Cahyo
Penulis

Penulis di FIN.CO.ID sejak Maret 2022 yang fokus mengeksplorasi dunia Teknologi, Sepak Bola, dan Anime. Memiliki ketertarikan kuat pada isu-isu viral, ia berkomitmen menghadirkan konten yang segar, informatif, dan relevan dengan tren masa kini.