fin.co.id - Panglima TNI Agus Subiyanto kembali melakukan perombakan jabatan di jajaran perwira tinggi Tentara Nasional Indonesia. Dalam mutasi terbaru yang diumumkan pada Rabu (11/3/2026), sejumlah posisi strategis mengalami pergantian, termasuk jabatan Pangdam Jaya dan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III.
Salah satu perubahan penting terjadi pada jabatan Pangdam Jaya yang kini diemban oleh Deddy Suryadi. Dalam mutasi tersebut, Deddy yang sebelumnya berpangkat mayor jenderal (Mayjen) akan naik pangkat menjadi letnan jenderal (Letjen) atau jenderal bintang tiga.
Kenaikan pangkat ini menandai kepercayaan pimpinan TNI terhadap kepemimpinan Deddy dalam memimpin Komando Daerah Militer Jaya yang memiliki wilayah tanggung jawab strategis, termasuk Jakarta dan sekitarnya.
Pergantian Pangkogabwilhan III
Selain posisi Pangdam Jaya, rotasi juga terjadi pada jabatan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Pangkogabwilhan III).
Dalam keputusan tersebut, Lucky Avianto, yang sebelumnya menjabat Panglima Kodam XVIII/Kasuari, dipercaya mengisi posisi Pangkogabwilhan III.
Ia menggantikan Bambang Trisnohadi yang kini ditunjuk sebagai Kepala Staf Teritorial (Kaster) TNI.
Penunjukan Bambang sebagai Kaster TNI juga menarik perhatian karena jabatan tersebut kembali diaktifkan setelah sempat dihapus dalam struktur organisasi TNI sejak tahun 2001.
Struktur Teritorial TNI Diperkuat
Dalam mutasi yang sama, Suhardi, yang sebelumnya menjabat Asisten Teritorial Panglima TNI, kini dipercaya mengemban tugas sebagai Wakil Kepala Staf Teritorial (Wakaster) TNI.
Penempatan ini merupakan bagian dari proses validasi organisasi yang dilakukan TNI guna memperkuat fungsi teritorial dalam struktur pertahanan nasional.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Aulia Dwi Nasrullah membenarkan adanya rotasi jabatan tersebut.
Menurutnya, mutasi di lingkungan TNI merupakan proses rutin dalam pembinaan karier prajurit sekaligus penyesuaian kebutuhan organisasi.
“Mutasi jabatan di tubuh TNI merupakan hal yang biasa, dalam rangka pembinaan karier prajurit dan kebutuhan organisasi,” ujar Aulia kepada wartawan, Rabu (11/3/2026).
Ia menambahkan bahwa rotasi jabatan juga bertujuan menjaga organisasi TNI tetap adaptif menghadapi dinamika tugas pertahanan yang terus berkembang.