Selat Hormuz Ditutup, IRGC Blokir Ekspor Minyak Timur Tengah ke Sekutu AS dan Israel

news.fin.co.id - 11/03/2026, 19:34 WIB

 Selat Hormuz Ditutup, IRGC Blokir Ekspor Minyak Timur Tengah ke Sekutu AS dan Israel

Iran izinkan kapal tanker Thailand lewati selat Hormuz.

fin.co.id - Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali meningkat tajam setelah Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengeluarkan ancaman keras untuk memblokir seluruh ekspor minyak dari kawasan tersebut menuju negara-negara yang dianggap sekutu Amerika Serikat dan Israel.

Langkah ekstrem ini disebut akan terus berlaku selama konflik antara Iran dan koalisi Barat masih berlangsung. Ancaman tersebut menimbulkan kekhawatiran global karena berpotensi mengganggu stabilitas pasokan energi dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh juru bicara IRGC, Ali Mohammad Naini, yang menegaskan bahwa Iran tidak akan membiarkan energi dari kawasan itu mengalir kepada pihak yang dianggap sebagai musuh.

Advertisement

“Angkatan bersenjata Iran tidak akan mengizinkan ekspor satu liter pun minyak dari kawasan ke pihak musuh dan sekutunya sampai pemberitahuan lebih lanjut,” ujar Naini seperti dilaporkan kantor berita Tasnim News Agency.

Selat Hormuz Jadi Kunci Konflik Energi Dunia

Ancaman blokade ini secara langsung berkaitan dengan situasi keamanan di Selat Hormuz, jalur laut sempit namun sangat vital bagi perdagangan energi global.

Selat ini menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab dan menjadi jalur utama bagi kapal tanker minyak dari negara-negara produsen di Timur Tengah.

Diperkirakan hampir 20 persen pasokan minyak mentah dunia melewati jalur ini setiap harinya. Karena itu, setiap gangguan terhadap aktivitas pelayaran di Selat Hormuz dapat berdampak langsung pada harga energi global.

Dalam pernyataan terbarunya, IRGC menegaskan bahwa akses pelayaran di jalur tersebut akan sangat bergantung pada sikap politik negara-negara yang terlibat dalam konflik.

Iran Beri Syarat Negara Bisa Lewati Selat Hormuz

IRGC juga mengeluarkan syarat yang cukup kontroversial bagi negara-negara yang ingin tetap bebas melintasi Selat Hormuz.

Advertisement

Menurut pernyataan resmi yang disiarkan televisi pemerintah Iran, negara-negara Arab maupun Eropa diminta untuk mengusir duta besar Amerika Serikat dan Israel dari wilayah mereka.

IRGC menyatakan bahwa negara yang mengambil langkah tersebut akan mendapatkan jaminan keamanan dalam melintasi jalur pelayaran strategis itu.

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana FIN.CO.ID