fin.co.id - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tangerang mulai memperketat pengawasan armada angkutan jalan jelang masa mudik Lebaran 2026. Sebanyak 56 unit bus yang dipersiapkan untuk program mudik gratis menjalani inspeksi keselamatan atau ramp check guna memastikan keamanan penumpang.
Kepala Bidang Keselamatan Dishub Kabupaten Tangerang, Surachman, menyatakan bahwa pemeriksaan dilakukan secara bertahap untuk memastikan seluruh armada memenuhi standar teknis dan administrasi sebelum diberangkatkan.
"Hingga saat ini, kami sudah memeriksa 25 unit bus pada gelombang pertama (4-6 Maret) dan dilanjutkan dengan 17 unit hari ini di UPTD PPTP Sukamulya. Sisanya sebanyak 14 unit akan menyusul pada 10 Maret mendatang," ujar Surachman, dikutip Kamis 12 Maret 2026.
Pemeriksaan meliputi aspek administrasi seperti kelengkapan STNK, Kartu Pengawasan (KPS), dan uji KIR yang masih berlaku. Selain itu, petugas melakukan pengecekan fisik menyeluruh, mulai dari sistem pengereman, kondisi ban, sabuk pengaman, hingga ketersediaan alat pemadam api ringan (APAR) dan pemecah kaca.
Surachman menegaskan bahwa pihaknya memberikan perhatian khusus pada penggunaan klakson "telolet" yang dilarang karena berisiko mengganggu konsentrasi pengendara lain dan keselamatan kelistrikan bus.
Dalam inspeksi tersebut, petugas menemukan adanya unit bus yang tidak memenuhi standar keamanan ruang, yakni pintu darurat yang terhalang oleh kursi penumpang.
"Kami menemukan ada pintu darurat yang terhalang kursi. Kami sudah instruksikan perusahaan otobus (PO) untuk segera melakukan normalisasi. Kami beri waktu tiga hari kerja untuk menindaklanjuti temuan tersebut," tegasnya.
Dishub Kabupaten Tangerang berkomitmen hanya memberangkatkan armada yang dinyatakan laik jalan demi menekan risiko kecelakaan lalu lintas selama arus mudik. Langkah ini diharapkan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang mengikuti program mudik gratis tahun ini.
"Target kami adalah zero accident. Kita tidak ingin armada yang beroperasi nanti memberikan penilaian buruk terhadap manifestasi keselamatan lalu lintas," pungkas Surachman.