fin.co.id - Pemerintah memastikan kesiapan sektor energi menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah dengan membuka Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Posko tersebut bertujuan memantau ketersediaan serta distribusi energi selama periode Ramadan hingga arus mudik Lebaran.
Wakil Menteri Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Yuliot Tanjung menyampaikan, pasokan energi nasional, khususnya bahan bakar minyak (BBM) dan LPG, berada dalam kondisi aman dengan cadangan yang dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa libur Lebaran.
Hal tersebut disampaikan Yuliot saat membuka Posko Nasional Sektor ESDM Ramadan dan Idul Fitri 1447 H di Aula Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi, Kamis, 12 Maret 2026.
Ia menegaskan pemerintah telah melakukan berbagai langkah antisipasi untuk memastikan kebutuhan energi terpenuhi, mulai dari sisi produksi hingga distribusi. Secara nasional, cadangan BBM diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan selama sekitar satu bulan.
“Ketersediaan BBM itu jangan diragukan karena pemerintah sudah melakukan antisipasi,” ujarnya.
Yuliot menjelaskan produksi minyak bumi dalam negeri saat ini mencapai sekitar 610 ribu barel per hari. Untuk menutup kebutuhan energi nasional, pemerintah juga melakukan impor baik dalam bentuk minyak mentah maupun BBM jadi.
Di sisi lain, kesiapan kilang dalam negeri juga terus dioptimalkan agar produksi berjalan maksimal. Sejumlah kilang utama milik Pertamina dipastikan dalam kondisi siap beroperasi, termasuk kilang di Balikpapan melalui proyek Refinery Development Master Plan (RDMP). Selain itu, kilang di Balongan, Cilacap, Dumai, dan Plaju juga dipastikan siap berproduksi.
Distribusi energi dari kilang hingga ke masyarakat pun dipastikan berjalan lancar. Pengiriman dari kilang ke depo, kapasitas penyimpanan, hingga distribusi ke SPBU dipastikan dalam kondisi aman.
“Kilang dari Pertamina ke depo-depo itu juga dijamin aman, kemudian di depo kapasitas penyimpannya itu juga dimaksimalkan dan juga di transportasi sampai dengan SPBU-SPBU itu juga relatif aman," tambah Yuliot.
Selain pasokan BBM dan LPG, pemerintah juga memastikan keandalan sistem kelistrikan selama Ramadan dan Lebaran. Langkah tersebut dilakukan dengan meningkatkan cadangan energi primer serta melakukan perawatan lebih awal terhadap pembangkit listrik, termasuk pembangkit berbasis energi baru terbarukan seperti panas bumi dan tenaga air.
Dalam rangka menghadapi arus mudik, pemerintah juga meningkatkan pengawasan terhadap potensi bencana geologi. Badan Geologi telah melakukan pemetaan terhadap potensi pergerakan tanah maupun aktivitas gunung api aktif guna meminimalkan risiko gangguan terhadap infrastruktur energi.
“Kalau ada kondisi-kondisi yang sifatnya emergensi, dengan adanya posko ini justru kita bisa melakukan koordinasi lebih baik, antisipasi lebih baik, juga bagaimana penanganan yang lebih baik ke depan,” jelasnya.
Pemerintah memperkirakan sekitar 143 juta masyarakat akan melakukan perjalanan mudik pada tahun ini, dengan sekitar 76 juta di antaranya menggunakan kendaraan pribadi. Oleh karena itu, koordinasi lintas lembaga terus diperkuat, termasuk dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia, Badan Pengatur Jalan Tol, serta Kementerian Perhubungan.
Selain itu, sejumlah layanan tambahan juga disiapkan di berbagai SPBU untuk memberikan kenyamanan bagi para pemudik selama perjalanan menuju kampung halaman.
Nungki Kartika Sari/Disway