BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem Saat Mudik Lebaran 2026, Begini Kesiapannya

news.fin.co.id - 13/03/2026, 09:02 WIB

BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem Saat Mudik Lebaran 2026, Begini Kesiapannya

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani paparkan kesiapan layanan cuaca mudik Lebaran 2026 di depan Komisi V DPR RI.Foto:BMKG

fin.co.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memaparkan kesiapan penuh dalam mengawal kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI di Gedung Nusantara, Jakarta, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap dinamika atmosfer selama periode melintasnya jutaan pemudik.

Faisal menjelaskan bahwa periode Lebaran tahun ini masih berada pada masa peralihan musim hujan. Kondisi transisi tersebut berpotensi memicu terjadinya hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang seringkali disertai kilat, petir, serta angin kencang secara mendadak di sejumlah wilayah Indonesia.

Antisipasi Cuaca Ekstrem dan Fenomena Atmosfer

Advertisement

Pihak BMKG mengidentifikasi sejumlah fenomena yang memengaruhi pola cuaca selama mudik, mulai dari Monsun Asia hingga fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO). Dinamika atmosfer ini menuntut kesiapsiagaan tinggi dari seluruh pemangku kepentingan transportasi.

"Informasi cuaca ini kami harapkan menjadi acuan kesiapsiagaan bersama bagi kementerian dan lembaga dalam menjaga kelancaran transportasi serta keselamatan masyarakat," ujar Teuku Faisal Fathani di hadapan anggota dewan, Rabu (11/3).

Analisis BMKG menunjukkan potensi hujan meningkat signifikan pada awal hingga pertengahan Maret. Pada periode 11-20 Maret, cuaca diprediksi masih didominasi hujan ringan hingga sedang dengan peluang hujan lebat di wilayah Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Papua Pegunungan.

Layanan Informasi Terintegrasi dan Mitigasi

Guna menjamin keselamatan pemudik di jalur darat, laut, dan udara, BMKG menyiapkan berbagai langkah mitigasi strategis:

Digital Weather for Traffic (DWT): Sistem informasi cuaca khusus jalur transportasi darat yang terintegrasi dengan pengelola tol.

Sistem Ina-SIAM dan InaWIS: Layanan informasi cuaca penerbangan dan maritim untuk mendukung keselamatan kapal feri dan pesawat terbang.

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC): BMKG menyiapkan skema OMC secara situasional guna menekan intensitas hujan di wilayah yang terdampak cuaca ekstrem atau banjir.

Advertisement

Selain itu, akses informasi publik diperluas melalui website resmi, aplikasi InfoBMKG, media sosial, hingga tampilan Dynamic Message Sign (DMS) di sepanjang jalan tol. Layanan ini juga diperkuat dengan jaringan stasiun BMKG dan posko Angkutan Lebaran yang tersebar di titik-titik strategis seluruh Indonesia.

BMKG menyampaikan imbauan agar masyarakat terus memantau pembaruan cuaca secara berkala sebelum memulai perjalanan. Sinergi antara kementerian dan lembaga menjadi kunci utama agar ritual mudik tahun ini tetap berjalan aman meskipun di tengah tantangan cuaca yang fluktuatif.

Lina
Lina
Penulis

Penulis FIN.CO.ID