fin.co.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat dalam beberapa hari ke depan.
Kondisi ini dipengaruhi oleh eks siklon tropis Nuri serta aktivitas atmosfer lainnya di kawasan regional.
Prakirawan BMKG, Nazmi, dalam siaran daring yang dipantau dari Jakarta pada Jumat menyampaikan bahwa eks siklon tropis Nuri saat ini terdeteksi berada di Samudera Pasifik bagian utara Papua.
Sistem cuaca tersebut memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 25 knot dengan tekanan udara minimum 1003 hektopascal. Dalam pergerakannya, sistem ini bergerak ke arah timur hingga timur laut.
Pergerakan Eks Siklon Tropis Nuri BMKG memprediksi dalam 48 hingga 72 jam ke depan, sistem tersebut akan memiliki:
- Kecepatan angin sekitar 20–25 knot
- Tekanan udara minimum sekitar 1002 hektopascal
Keberadaan eks siklon ini turut memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi di Samudera Pasifik utara Papua.
Kondisi tersebut meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah sekitarnya.
Pengaruh Sistem Tekanan Rendah di Australia
Selain eks siklon Nuri, BMKG juga memantau adanya daerah tekanan rendah di daratan Australia bagian utara. Fenomena ini memicu terbentuknya aliran angin lapisan bawah (low level jet) dari Laut Arafuru menuju pesisir utara Australia.
Dampaknya, terbentuk zona konvergensi dan konfluensi di perairan selatan Pulau Timor, yang turut meningkatkan potensi pembentukan awan hujan di Indonesia bagian timur.
Wilayah Berpotensi Hujan Sangat Lebat
BMKG memprakirakan hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di beberapa wilayah berikut:
- Sulawesi Utara
- Maluku Utara
- Papua Pegunungan
Sementara itu, beberapa kota besar diperkirakan mengalami hujan disertai petir, antara lain: