Balik Kampung . 13/03/2026, 17:55 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
Untuk menghadapi peningkatan volume lalu lintas, JMT telah mempersiapkan sejumlah langkah strategis lainnya. Mulai dari pengaturan dan rekayasa lalu lintas yang dilakukan secara terkoordinasi dengan pihak kepolisian, seperti penerapan *contraflow* dan kanalisasi.
Titik-titik krusial seperti Simpang Susun Pasteur, yang mengantisipasi pertemuan lalu lintas dari GT Pasteur dan GT Cileunyi, menjadi fokus utama. *Contraflow* juga akan diterapkan di titik-titik kepadatan seperti area istirahat (rest area) di KM 125.
Selain itu, kapasitas transaksi akan ditingkatkan dengan pemanfaatan *mobile reader*. Teknologi dan radar akan dioptimalkan untuk memantau kepadatan lalu lintas secara *real-time*. Pengaturan *rest area* juga akan dioptimalkan, dan informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas di jalan tol wilayah Jabodetabek dan Bandung akan disosialisasikan secara masif melalui berbagai kanal.
Kanal yang akan digunakan meliputi media konvensional, media daring, serta akun media sosial resmi JMT di @official.jmmetropolitan. Jasa Marga ingin memastikan seluruh pengguna jalan mendapatkan informasi terkini.
Widiyatmiko menambahkan bahwa Jasa Marga akan memastikan kesiapan infrastruktur jalan tol. Seluruh pekerjaan konstruksi ditargetkan selesai sebelum periode libur Idulfitri 1447H/2026 M. Meskipun demikian, tim sapu lubang akan tetap siaga untuk melakukan observasi rutin, mengantisipasi potensi kerusakan jalan.
Fasilitas pendukung lainnya seperti CCTV, *Dynamic Message Sign* (DMS), *Road Traffic Monitoring System* (RTMS), serta radio komunikasi juga dipastikan berfungsi optimal untuk memantau dan memberikan informasi kepada pengguna jalan.
Salah satu kejutan terbesar dari persiapan Idulfitri tahun ini adalah rencana pengoperasian fungsional Ruas Tol Japek II Selatan. Charles Lendra, Direktur Utama PT Jasamarga Japek Selatan (JJS), membeberkan rencana ini.
“Pengoperasian fungsional ini hanya berlaku untuk arus balik Idulfitri 1447H,” jelas Charles.
Jalur fungsional sepanjang 52 kilometer ini membentang dari Sadang hingga Setu (Burangkeng). Tujuannya adalah sebagai langkah antisipasi kepadatan yang biasanya terjadi akibat pertemuan lalu lintas dari GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama di KM 66 Ruas Tol Jakarta-Cikampek arah Jakarta.
Yang membuat gebrakan ini semakin menarik adalah statusnya yang akan beroperasi secara gratis. Ya, pengguna jalan yang melakukan perjalanan arus balik tidak akan dikenakan tarif.
Jalur fungsional ini akan dioperasikan secara situasional, tergantung pada diskresi Kepolisian. Meskipun bersifat fungsional, berbagai rambu dan papan informasi sementara akan tetap dilengkapi.
Namun, Charles mengingatkan para pengguna jalan untuk tetap berhati-hati. “Dikarenakan bersifat fungsional, pengguna jalan diimbau tidak memacu kendaraan dalam kecepatan tinggi dan memperhatikan rambu-rambu yang terpasang demi keselamatan bersama,” pesannya.
Kesiapan ini diharapkan dapat memberikan alternatif yang signifikan untuk mengurai kepadatan di jalur utama. Pengguna jalan yang menuju Jabodetabek akan memiliki opsi tambahan yang nyaman.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media