Internasional . 13/03/2026, 16:10 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Dalam perkembangan yang mengejutkan, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dilaporkan gugur pada hari pertama serangan gabungan AS dan Israel.
Peristiwa tersebut langsung memicu reaksi besar di Iran.
Pemerintah Iran kemudian menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari sebagai bentuk penghormatan terhadap pemimpin tertinggi negara tersebut.
Kematian Khamenei juga dipandang sebagai titik balik penting dalam konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengecam keras serangan yang menewaskan Khamenei.
Menurut Putin, tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
Kementerian Luar Negeri Rusia juga mengeluarkan pernyataan resmi yang mengutuk serangan militer tersebut.
Moskow menilai bahwa aksi tersebut berpotensi memperburuk stabilitas kawasan dan meningkatkan risiko perang yang lebih luas.
Rusia menyerukan deeskalasi segera serta penghentian permusuhan di kawasan Timur Tengah.
Di tengah meningkatnya ketegangan, beberapa negara mulai mengupayakan mediasi untuk menghentikan konflik.
Rusia dan Turki dilaporkan menjadi dua negara yang aktif mencoba menjembatani dialog antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan bahwa Moskow siap membantu meredakan ketegangan di kawasan tersebut.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media