fin.co.id - Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah pemerintah Iran mengeluarkan pernyataan keras terkait keberadaan militer Amerika Serikat di negara-negara Teluk.
Teheran menyatakan sedang memburu sekitar 11 ribu tentara Amerika yang disebut tersebar di berbagai negara Arab di kawasan Teluk. Iran juga menuduh Washington menjadikan negara-negara Arab sebagai “perisai manusia” dalam konflik yang sedang berlangsung.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh organisasi intelijen milik Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) atau Garda Revolusi Iran, sebagaimana dilaporkan kantor berita Tasnim News Agency pada Jumat, 13 Maret 2026.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari eskalasi retorika sekaligus tekanan politik yang semakin meningkat di tengah memanasnya konflik di kawasan.
IRGC Minta Warga Arab Laporkan Lokasi Tentara AS
Dalam pernyataan resminya, organisasi intelijen IRGC secara terbuka meminta masyarakat di negara-negara Arab Teluk untuk mengidentifikasi dan melaporkan lokasi tentara Amerika yang berada di kawasan tersebut.
IRGC bahkan mengklaim bahwa ribuan personel militer Amerika tersebar di berbagai lokasi, termasuk hotel maupun tempat tinggal pribadi.
“Orang-orang Amerika ingin menggunakan saudara-saudara Arab kita sebagai perisai manusia. Kami tidak punya pilihan selain mengidentifikasi dan menargetkan mereka,” kata pernyataan dari organisasi intelijen IRGC.
Pernyataan tersebut juga menyerukan warga Arab untuk tidak memberikan tempat perlindungan kepada personel militer Amerika dan menjauh dari lokasi yang mereka tempati.
Bahkan, IRGC secara eksplisit meminta masyarakat untuk mengirimkan informasi mengenai keberadaan tentara Amerika melalui platform digital.
“Adalah tugas Islam Anda untuk melaporkan secara akurat lokasi persembunyian para teroris Amerika dan mengirimkan informasi tersebut melalui Telegram kepada kami,” ujar organisasi intelijen IRGC.
Dalam pengumuman tersebut, mereka juga mencantumkan akun Telegram khusus yang disebut bisa digunakan masyarakat untuk mengirimkan informasi.
AS Memiliki Banyak Pangkalan Militer di Negara Teluk
Amerika Serikat memang memiliki jaringan pangkalan militer yang cukup besar di kawasan Teluk. Kehadiran militer ini merupakan bagian dari strategi keamanan Washington di Timur Tengah selama beberapa dekade terakhir.