Internasional . 13/03/2026, 16:26 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Sebanyak 74 persen responden tidak setuju dengan pengiriman pasukan darat Amerika ke wilayah konflik.
Survei lain dari perusahaan riset Ipsos juga menunjukkan tren serupa.
Dalam survei tersebut, 43 persen responden menyatakan tidak menyetujui operasi militer, sementara hanya 29 persen yang mendukungnya.
Sisanya menyatakan belum memiliki pendapat yang jelas.
Perang ini bahkan memicu perdebatan di kalangan pendukung Presiden AS sendiri.
Salah satu kritik datang dari tokoh konservatif dan pembawa acara talk show terkenal Tucker Carlson.
Carlson mempertanyakan alasan pemerintah Amerika Serikat memulai operasi militer terhadap Iran.
Dalam wawancara dengan ABC News, ia menyebut perang tersebut sebagai sesuatu yang “benar-benar menjijikkan dan jahat”.
Ia juga menyatakan bahwa Presiden Donald Trump kemungkinan telah menerima informasi yang menyesatkan dari para penasihatnya mengenai dukungan publik terhadap perang tersebut.
Menanggapi kritik tersebut, Presiden Trump tetap membela keputusan pemerintahannya.
Ia menyatakan bahwa operasi militer terhadap Iran diperlukan untuk melindungi keamanan nasional Amerika Serikat.
Trump bahkan memperingatkan bahwa konflik yang lebih besar seperti perang nuklir bisa terjadi jika Iran tidak dihadapi secara tegas.
Namun pernyataan tersebut memicu perdebatan karena pemerintah AS dinilai belum memberikan alasan yang benar-benar jelas mengenai tujuan operasi militer tersebut.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media