SKENARIO TERBURUK: Harga Minyak US$115, Defisit APBN Bisa MELEDAK

news.fin.co.id - 13/03/2026, 17:51 WIB

SKENARIO TERBURUK: Harga Minyak US$115, Defisit APBN Bisa MELEDAK

SKENARIO TERBURUK: Harga Minyak US$115, Defisit APBN Bisa MELEDAK

Fin.co.id - Pemerintah mulai mengantisipasi kemungkinan tekanan besar terhadap ekonomi nasional akibat lonjakan harga minyak dunia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan sejumlah skenario yang menggambarkan dampak kenaikan harga minyak terhadap kondisi fiskal Indonesia.

Dalam pemaparannya, ia menyebut jika harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) terus naik akibat konflik global, maka defisit anggaran negara berpotensi melewati batas yang selama ini dijaga pemerintah.

“Dengan berbagai skenario yang ada, mempertahankan defisit di angka tiga persen menjadi sangat sulit,” kata Airlangga.

Advertisement

Dalam perhitungan pemerintah, terdapat beberapa kemungkinan yang disusun berdasarkan pergerakan harga minyak dan kondisi ekonomi global.

Skenario Stabil: Harga Minyak US$89

Pada skenario pertama yang dianggap relatif stabil, harga minyak diperkirakan berada di sekitar US$89 per barel.

Dengan asumsi nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp17.000 per dolar AS serta pertumbuhan ekonomi tetap di 5,3 persen, maka defisit anggaran diproyeksikan berada di sekitar 3,18 persen dari produk domestik bruto.

Selain itu, imbal hasil surat utang negara diperkirakan berada pada level sekitar 6,8 persen.

Skenario Moderat: Harga Minyak Naik ke US$97

Pemerintah juga menyiapkan skenario kedua yang menggambarkan kondisi ekonomi lebih berat.

Dalam simulasi ini, harga minyak mentah diperkirakan meningkat menjadi US$97 per barel.

Dengan asumsi pertumbuhan ekonomi sedikit melambat di 5,2 persen serta imbal hasil surat utang negara naik menjadi 7,2 persen, maka defisit anggaran berpotensi melebar hingga 3,53 persen.

Advertisement

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan dari harga energi global dapat langsung berdampak pada kesehatan fiskal negara.

Skenario Terburuk: Harga Minyak US$115

Rizal Husen
Rizal Husen
Penulis

Penulis FIN.CO.ID