fin.co.id - Militer Amerika Serikat (AS) mengklaim sukses melakukan serangan presisi skala besar di Pulau Kharg, Iran, Jumat, 13 Maret 2026 malam. Demikian diungkapkan Komando Pusat AS (CENTCOM), Sabtu, 14 Maret 2026.
“Pasukan AS berhasil menghantam lebih dari 90 target militer Iran di Pulau Kharg, sambil tetap menjaga infrastruktur minyak,” kata pernyataan CENTCOM.
"Serangan tersebut menghancurkan fasilitas penyimpanan ranjau laut, bunker penyimpanan rudal, dan beberapa situs militer lainnya," lanjut pernayataan militer AS dalam sebuah unggahan di X.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang infrastruktur minyak pusat Pulau Kharg milik Iran, kecuali Teheran berhenti menyerang kapal-kapal di Selat Hormuz.
Pentagon Setujui Pengerahan Unit Marinir Amfibi ke Timur Tengah
Sementara itu, Pentagon dilaporkan telah menyetujui pengerahan Unit Ekspedisi Marinir (MEU) ke Timur Tengah. Pengiriman ini memperkuat jumlah pasukan dan kekuatan udara AS, saat Washington mengintensifkan kampanyenya melawan Iran bersama Israel.
Menurut pejabat AS, unit Marinir yang akan dikerahkan berasal dari Indo-Pasifik dan akan mencakup kapal amfibi dan jet tempur.
Sebuah Kelompok Siap Tempur Amfibi dan Unit Ekspedisi Marinir, juga dikenal sebagai ARG/MEU, terdiri dari sekitar 2.500 Marinir dan 2.500 pelaut.
Wall Street Journal mengutip pejabat AS yang mengatakan bahwa USS Tripoli yang berbasis di Jepang dan Marinir yang menyertainya sedang dalam perjalanan ke wilayah tersebut.
Jurnal tersebut mengatakan permintaan untuk Marinir tambahan diajukan oleh Komando Pusat AS, yang bertanggung jawab atas pasukan AS di Timur Tengah, dan disetujui oleh kepala Pentagon Pete Hegseth.