Berita Terbaru: Aktivis Kritis Diserang Air Keras, Sahroni jadi Anggota DPR Pertama yang Mengecam Keras!

news.fin.co.id - 14/03/2026, 10:50 WIB

Berita Terbaru: Aktivis Kritis Diserang Air Keras, Sahroni jadi Anggota DPR Pertama yang Mengecam Keras!

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (5/3/2025). ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi

Andrie Yunus diketahui baru saja menyelesaikan sesi rekaman siniar (podcast) yang membahas topik sangat sensitif, yaitu “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia”.

Dugaan kuat mengarah pada upaya intimidasi yang sudah terencana dengan matang, mengingat serangan dilakukan tepat setelah korban menyuarakan isu krusial terkait tata kelola keamanan dan hukum di tanah air.

Tentu saja, momen yang begitu dekat dengan penyampaian kritik ini menimbulkan kecurigaan yang sangat besar.

Akibat serangan mendadak tersebut, Andrie Yunus dilaporkan mengalami luka bakar serius yang mencapai 24 persen di sekujur tubuhnya.

Area tubuh yang sensitif seperti wajah, mata, dada, serta kedua tangannya tak luput dari siraman air keras yang sangat membahayakan.

“Korban segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis intensif guna meminimalisir dampak fatal dari zat kimia berbahaya tersebut yang berisiko merusak jaringan tubuh secara permanen atau bahkan mengancam nyawa,” papar Dimas dengan nada prihatin yang mendalam.

Dimas, dalam pernyataan resminya, menegaskan bahwa tindakan biadab ini bukanlah kriminalitas biasa.

Ini merupakan sebuah ancaman nyata yang menargetkan demokrasi itu sendiri.

KontraS menilai penyiraman air keras ini merupakan pola lama yang kerap digunakan untuk membungkam suara-suara kritis dari masyarakat dan para pembela Hak Asasi Manusia (HAM).

Tindakan ini secara terang-terangan melanggar prinsip perlindungan hukum yang telah dijamin dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM.

Selain itu, aksi ini juga bertentangan dengan berbagai regulasi perlindungan pembela HAM lainnya yang seharusnya ditegakkan.

Menyikapi situasi darurat yang mengancam ini, KontraS mendesak aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas pelaku dan dalang intelektual di balik serangan brutal yang terjadi.

“Penyelidikan yang transparan dan cepat menjadi pertaruhan bagi penegakan hukum di Indonesia agar aksi teror serupa tidak terus berulang dan menciptakan iklim ketakutan bagi warga negara yang kritis,” harapnya dengan penuh keyakinan dan optimisme. (*)

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Pemimpin Redaksi FIN.CO.ID