Trump Mendadak Ciut! Iran Ultimatum: Serang Kilang Kami, Minyak Dunia Kami Bakar!

news.fin.co.id - 14/03/2026, 13:50 WIB

Trump Mendadak Ciut! Iran Ultimatum: Serang Kilang Kami, Minyak Dunia Kami Bakar!

Laporan media menyebutkan bahwa jika serangan terhadap kilang minyak Iran terus berlangsung, harga minyak dunia berpotensi melonjak drastis hingga mencapai 200 dolar AS per barel, atau sekitar Rp3,1 juta.

Seorang penasihat senior Trump mengatakan bahwa Presiden AS tidak ingin melihat fasilitas energi Iran hancur.

“Presiden tidak suka serangan ke fasilitas minyak. Beliau ingin menyelamatkan minyak itu, bukan membakarnya,” kata seorang penasihat senior Trump, mengutip laporan media.

Advertisement

Beberapa analis menilai Trump memiliki agenda jangka panjang untuk bekerja sama dengan sektor energi Iran di masa depan dibandingkan melihat infrastrukturnya hancur akibat konflik militer.

Selat Hormuz Jadi Titik Panas Baru

Ketegangan tidak hanya terjadi di daratan Iran. Situasi juga memanas di Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi paling vital di dunia.

Korps elit Iran, Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC, menegaskan tidak akan mengizinkan kapal yang berafiliasi dengan Amerika Serikat, Israel, maupun sekutu mereka melintas membawa minyak melalui jalur tersebut.

Iran bahkan memperingatkan bahwa kapal-kapal yang terkait dengan negara tersebut akan diperlakukan sebagai target militer yang sah.

Situasi ini membuat industri pelayaran global berada dalam kondisi siaga tinggi.

Laporan sektor maritim menyebutkan bahwa sekitar 300 kapal tanker raksasa dan kapal kontainer kini tertahan di kedua sisi Selat Hormuz karena khawatir menjadi sasaran rudal atau drone Iran.

Dunia Siaga Hadapi Ancaman Krisis Energi

Ancaman konflik ini langsung memicu kekhawatiran krisis energi global. Sebagai respons darurat, Badan Energi Internasional atau IEA mengambil langkah cepat.

Sebanyak 32 negara anggota IEA sepakat melepas sekitar 400 juta barel minyak dari cadangan strategis mereka untuk menahan lonjakan harga minyak di pasar dunia.

Direktur Eksekutif IEA, Fatih Birol, mengingatkan bahwa langkah ini hanya solusi sementara.

Advertisement
Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana FIN.CO.ID