KP2MI Pastikan Tak Ada PMI Tertahan di Timur Tengah, Arus Mudik Diprediksi Meningkat

news.fin.co.id - 15/03/2026, 14:36 WIB

KP2MI Pastikan Tak Ada PMI Tertahan di Timur Tengah, Arus Mudik Diprediksi Meningkat

Direktur Layanan Pengaduan, Mediasi, dan Advokasi pada Pemberi Kerja Berbadan Hukum KP2MI, Mangiring Hasoloan Sinaga.

fin.co.id - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) memastikan hingga saat ini tidak ada Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tertahan akibat kabar penutupan ruang udara di kawasan Timur Tengah.

Direktur Layanan Pengaduan, Mediasi, dan Advokasi pada Pemberi Kerja Berbadan Hukum KP2MI, Mangiring Hasoloan Sinaga, menyampaikan bahwa laporan sementara dari kementerian terkait menunjukkan kondisi kepulangan PMI masih berjalan normal.

"Laporan dari kementerian terkait sementara tidak ada Pekerja Migran yang tertahan," kata Mangiring, Minggu, 15 Maret 2026.

"Bahkan kemarin ada dua penerbangan dari Ankara yang membawa Pekerja Migran terdampak dan semuanya sudah difasilitasi kepulangannya," sambungnya.

Advertisement

Kepulangan PMI Berpotensi Meningkat

KP2MI juga memperkirakan jumlah PMI yang pulang ke Indonesia saat Idulfitri 2026 berpotensi meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada musim mudik Lebaran tahun lalu, tercatat sekitar 14 ribu pekerja migran kembali ke Tanah Air.

Mangiring menjelaskan bahwa potensi peningkatan jumlah kepulangan PMI dipengaruhi oleh dinamika situasi geopolitik yang terjadi di kawasan Timur Tengah.

"Dengan dinamika yang terjadi di Timur Tengah, kemungkinan lonjakan jumlah Pekerja Migran yang pulang bisa saja terjadi," ungkapnya.

Meski demikian, hingga kini pihaknya belum memiliki angka pasti mengenai jumlah PMI yang akan mudik pada tahun ini. Data perkiraan biasanya dihimpun oleh Direktorat Pemulangan.

"Untuk prediksi jumlahnya biasanya dikoordinasikan dengan teman-teman di Direktorat Pemulangan. Saat ini kita belum bisa memastikan angkanya," ujarnya.

Ia juga menuturkan bahwa sebagian besar PMI yang pulang saat musim mudik berasal dari negara dengan jumlah penempatan pekerja migran Indonesia terbesar.

"Biasanya yang paling banyak berasal dari Malaysia, kemudian Singapura, serta beberapa negara di kawasan Timur Tengah," tuturnya.

Advertisement

KP2MI Siagakan Layanan Kepulangan

Selain memantau potensi lonjakan kepulangan PMI, KP2MI juga menyiagakan berbagai layanan di sejumlah titik kedatangan untuk menyambut arus kepulangan pekerja migran menjelang Lebaran.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID