Antisipasi Lebaran, BI Perluas Layanan Penukaran Uang Rupiah hingga 9.294 Titik

news.fin.co.id - 16/03/2026, 19:32 WIB

Antisipasi Lebaran, BI Perluas Layanan Penukaran Uang Rupiah hingga 9.294 Titik

Menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, permintaan masyarakat terhadap uang Rupiah meningkat tajam.

fin.co.id - Menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, permintaan masyarakat terhadap uang Rupiah meningkat tajam. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) hingga 13 Maret 2026, jumlah penukar melalui layanan resmi tercatat mencapai 1.076.282 orang, naik sekitar 85,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 580.496 orang.

Departemen Pengelolaan Uang BI, Muh Anwar Bashori, menyampaikan bahwa untuk memenuhi lonjakan kebutuhan tersebut, pihak BI memperluas jangkauan layanan penukaran dari 5.202 titik pada tahun sebelumnya menjadi 9.294 titik pada tahun ini.

“Sehingga akses masyarakat terhadap layanan penukaran semakin luas dan mudah,” ujar Anwar, Senin, 16 Maret 2026.

Anwar menambahkan, tingginya animo masyarakat menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap uang pecahan kecil masih tinggi, terutama untuk tradisi berbagi, pemberian THR, dan aktivitas ekonomi selama Ramadan dan Idul Fitri. Ia menegaskan bahwa BI memastikan ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah cukup dan pecahan sesuai melalui berbagai kanal layanan resmi, termasuk kas keliling, layanan terpadu, maupun perbankan.

Advertisement

Selain itu, BI juga menghadirkan layanan tambahan bertajuk “SERAMBI Peduli Mudik” pada 16–17 Maret 2026 di 55 lokasi strategis arus mudik, seperti bandara, stasiun, terminal, pelabuhan, dan rest area. Total kuota layanan tambahan ini mencapai sekitar 11.900 paket penukaran untuk memfasilitasi para pemudik.

Anwar mengingatkan masyarakat untuk hanya menukar uang melalui layanan resmi Bank Indonesia dan perbankan.

“Penukaran di luar mekanisme resmi berisiko, seperti keaslian uang tidak terjamin, jumlah sulit dipastikan, dan rawan penipuan yang merugikan masyarakat,” tutupnya.

Dengan langkah ini, BI berharap masyarakat dapat memperoleh uang tunai secara aman dan cukup, sehingga tradisi dan kebutuhan ekonomi selama Idul Fitri dapat terpenuhi dengan lancar.

Bianca Khairunnisa/Disway

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID