Mantan Wakil Jaksa Agung: Rahasia Integritas Jaksa Ternyata Ada di Rumah Sendiri!

news.fin.co.id - 16/03/2026, 23:22 WIB

Mantan Wakil Jaksa Agung: Rahasia Integritas Jaksa Ternyata Ada di Rumah Sendiri!

Mantan Wakil Jaksa Agung Setia Untung Arimuladi (wikipedia)

fin.co.id -  Selama ini kita sering membahas integritas jaksa dari sisi kedisiplinan, pengawasan ketat di kantor, atau berbagai aturan administratif lainnya. Tapi, pernahkah Anda berpikir bahwa akar dari integritas seorang jaksa justru tertanam jauh di dalam rumah tangga dan keluarga mereka?

Mantan Wakil Jaksa Agung, Setia Untung Arimuladi, hadir dengan pandangan revolusioner lewat buku terbarunya. Ia tidak hanya bicara soal mesin birokrasi Kejaksaan Agung, tapi justru menyoroti pilar penting yang sering terabaikan: keluarga.

Keluarga, Benteng Pertama Integritas

Buku setebal 156 halaman karya Setia Untung Arimuladi ini berjudul "Peran Keluarga dalam Pengawasan dan Pembentukan Integritas Jaksa." Gagasan utamanya sederhana namun sangat mendalam: integritas seorang jaksa tidak hanya dibentuk oleh sistem pengawasan di lembaga penegak hukum, melainkan juga oleh nilai-nilai fundamental yang diajarkan dan dihayati di dalam keluarga.

Advertisement

Selama bertahun-tahun, diskusi mengenai integritas para aparat penegak hukum kerap berkisar pada pengawasan internal, aturan disiplin, hingga regulasi kelembagaan. Namun, Setia Untung menawarkan perspektif yang benar-benar berbeda. Ia menilai bahwa integritas seorang jaksa tidak serta-merta muncul begitu saja saat seseorang memasuki institusi penegak hukum.

"Integritas adalah nilai yang tumbuh sejak dini dan dibentuk melalui proses panjang dalam keluarga," tegas Setia Untung dalam pengantar bukunya, Minggu (15/3/2026).

Ia berpendapat, pendekatan yang hanya mengandalkan mekanisme struktural belum tentu menyentuh akar permasalahan. Memang benar, pengawasan internal, sanksi disiplin, dan aturan kelembagaan sangat krusial. Namun, pembentukan karakter seseorang sejatinya sudah dimulai jauh sebelum ia mengenakan toga jaksa.

Konsep Baru: Preventive Cognitive Family Mode

Menariknya, Setia Untung tidak hanya berhenti pada analisis. Ia memperkenalkan sebuah konsep inovatif bernama "Preventive Cognitive Family Mode." Pendekatan ini merupakan perpaduan cerdas antara teori kognitif sosial, behaviorisme, dan sistem keluarga.

Konsep ini menjelaskan secara gamblang bagaimana pola asuh, interaksi harmonis dalam keluarga, serta pembelajaran nilai-nilai moral di rumah, semuanya berperan vital dalam membentuk karakter integritas seseorang sejak usia dini.

Dengan adanya konsep ini, keluarga tidak lagi dipandang sebagai entitas terpisah dari dunia profesional seorang jaksa. Justru sebaliknya, keluarga menjadi bagian integral dari upaya pencegahan pelanggaran integritas di kalangan aparat penegak hukum.

"Artinya, pengawasan terhadap integritas jaksa tidak hanya bergantung pada lembaga seperti Kejaksaan Agung Republik Indonesia, tetapi juga dimulai dari proses pembentukan karakter di lingkungan keluarga," ungkapnya.

Sebagai Wakil Ketua Umum Keluarga Besar Purna Adhyaksa, Setia Untung melihat keluarga sebagai laboratorium pertama tempat seseorang belajar tentang esensi kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, dan pentingnya keteladanan. Nilai-nilai dasar inilah yang kemudian secara alami akan memengaruhi bagaimana seseorang berperilaku ketika menjalankan profesinya sebagai abdi negara di bidang hukum.

Advertisement

Refleksi 38 Tahun Karier

Gagasan yang tertuang dalam buku ini tidak lahir dari ruang hampa. Inspirasinya datang dari pengalaman panjang Setia Untung selama 38 tahun meniti karier sebagai jaksa. Pengalaman inilah yang menjadi landasan kuat baginya untuk merenungkan hubungan mendalam antara nilai-nilai keluarga dan budaya integritas dalam korps Adhyaksa.

Gatot Wahyu
Gatot Wahyu
Penulis

Penulis FIN.CO.ID