Layanan penukaran uang tidak lagi hanya tersedia di kantor Bank Indonesia. Saat ini BI bekerja sama dengan berbagai bank untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan tersebut.
Selain itu, masyarakat juga dapat melakukan reservasi melalui aplikasi digital khusus bernama Pintar.
Aplikasi ini memudahkan masyarakat memilih lokasi dan jadwal penukaran sehingga prosesnya lebih tertib dan terorganisir.
Untuk memperlancar layanan selama Ramadan, BI menyediakan jaringan penukaran yang sangat luas.
Secara keseluruhan terdapat sekitar 8.755 titik layanan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Melalui layanan tersebut, setiap orang dapat menukar uang dengan batas maksimal sekitar Rp5,3 juta per transaksi.
Sistem ini diterapkan agar distribusi uang baru dapat merata dan lebih banyak masyarakat bisa mendapatkan kesempatan.
Meski periode pendaftaran utama telah selesai, Bank Indonesia masih membuka kemungkinan menghadirkan layanan tambahan.
Layanan tematik tersebut berpotensi dibuka di lokasi tertentu yang biasanya ramai dilalui oleh pemudik.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama masa perjalanan mudik Lebaran.
BI Imbau Masyarakat Tukar Uang di Layanan Resmi
Bank Indonesia juga mengingatkan masyarakat untuk selalu menukar uang di lokasi resmi yang disediakan oleh BI atau perbankan.
Langkah ini penting untuk menjamin keamanan serta memastikan uang yang diterima merupakan uang rupiah asli dan layak edar.
“Kami mengimbau masyarakat agar menggunakan layanan resmi Bank Indonesia maupun perbankan untuk menjamin keaslian dan keamanan uang yang ditukarkan,” kata Faris.
Dengan ribuan titik layanan yang tersedia di seluruh Indonesia, BI berharap kebutuhan uang baru masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran dapat terpenuhi secara optimal.