Direktorat Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri memetakan sejumlah titik rawan kemacetan yang perlu diwaspadai pemudik, antara lain:
- Tol Jakarta–Cikampek KM 47–49, titik pertemuan arus kendaraan dengan Jalan Layang Sheikh Mohammed bin Zayed (MBZ)
- KM 110 Tol Jakarta–Cikampek, karena penyempitan jalur dari tiga menjadi dua lajur
- Gerbang Tol Kalihurip dan kawasan Pasteur
- Nagreg dan Limbangan, Jawa Barat
- Gerbang Tol Kalikangkung dan kawasan Jatingaleh, Semarang
- Tol Jakarta–Merak KM 50 arah Merak, terutama saat hujan yang berpotensi menimbulkan genangan
Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan selama mudik, kepolisian telah menyiapkan berbagai skenario rekayasa lalu lintas selama Operasi Ketupat.
Beberapa kebijakan yang akan diterapkan antara lain:
- Contraflow pada ruas tol tertentu
- Sistem satu arah (one way) baik lokal maupun nasional
- Delay system untuk mengatur arus kendaraan
Rekayasa lalu lintas ini akan diterapkan secara dinamis dengan memanfaatkan teknologi pemantauan lalu lintas berbasis data real time.
Selain itu, kendaraan berat seperti truk dengan tiga sumbu atau lebih akan dibatasi operasinya selama periode mudik, kecuali yang mengangkut kebutuhan penting seperti bahan pokok, BBM, atau bantuan bencana.
Waktu Favorit Masyarakat Mulai Mudik
Menurut pihak Korlantas, sebagian besar masyarakat biasanya memilih dua waktu favorit untuk memulai perjalanan mudik, yaitu:
- Malam hari setelah salat tarawih
- Pagi hari setelah salat subuh
Karena banyak pemudik memilih waktu yang sama, masyarakat disarankan mencari waktu keberangkatan alternatif agar terhindar dari kemacetan panjang di jalan.
Titik Rawan Kecelakaan di Jakarta
Selain kemacetan, kepolisian juga mengingatkan pemudik untuk mewaspadai beberapa ruas jalan yang rawan kecelakaan di wilayah Jakarta, antara lain:
- Pondok Indah hingga jalur menuju Ciputat di Jakarta Selatan
- Jalan Daan Mogot di Jakarta Barat
- Kalimalang di Jakarta Timur