Fin.co.id - Dalam bulan Ramadan, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah. Termasuk melaksanakan sholat tarawih.
Ibadah sunnah ini memiliki keutamaan yang berbeda pada setiap malam Ramadan. Namun ketika memasuki malam ke-27, perhatian umat Muslim biasanya semakin meningkat.
Hal ini karena malam tersebut termasuk dalam malam ganjil pada sepuluh hari terakhir Ramadan yang sering dikaitkan dengan kemungkinan turunnya Lailatul Qadar.
Pada malam istimewa ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah seperti sholat, doa, membaca Al-Qur’an, serta memohon ampun kepada Allah SWT.
Penjelasan mengenai keutamaan sholat tarawih setiap malam Ramadan dapat ditemukan dalam berbagai literatur klasik Islam.
Salah satu rujukan yang sering dikutip adalah kitab Durrotun Nasihin karya Syekh Utsman bin Hasan Al Khubawi.
Dalam kitab tersebut disebutkan keutamaan bagi orang yang melaksanakan sholat tarawih pada malam ke-27 Ramadan.
وَفِى اللَّيْلَةِ السَّابِعَةِ وَاْلعِشْرِيْنَ جَازَ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ عَلَى الصِّرَاطِ كَاْلبَرْقِ اْلخَاطِفِ
Artinya:
“Pada malam ke-27 Ramadan, seseorang akan melintasi jembatan Shirath pada hari kiamat dengan sangat cepat, seperti kilat yang menyambar.”
Makna Shirath dalam Ajaran Islam
Dalam ajaran Islam, Shirath atau Shirathal Mustaqim digambarkan sebagai jembatan yang terbentang di atas neraka sebelum manusia menuju surga.
Menurut berbagai riwayat, setiap manusia akan melewati jembatan tersebut pada hari kiamat.
Kecepatan seseorang melintasinya digambarkan berbeda-beda, bergantung pada amal ibadah yang dilakukan selama hidup.
Karena itu, ibadah seperti sholat tarawih pada malam-malam istimewa Ramadan diyakini membawa keutamaan besar bagi orang yang melaksanakannya dengan penuh keikhlasan.