fin.co.id - Tren peningkatan kasus campak mulai mengintai wilayah penyangga Ibu Kota di awal tahun 2026. Kota Tangerang melaporkan kenaikan signifikan ratusan kasus setiap bulannya sejak akhir 2025. Namun, wilayah tetangganya, Kabupaten Tangerang, masih terpantau relatif terkendali. Meski demikian, kewaspadaan dini tetap ditingkatkan mengingat sifat penularan virus ini yang sangat cepat.
Berdasarkan data nasional, Kementerian Kesehatan RI mencatat hingga minggu ke-9 tahun 2026 terdapat 8.716 kasus campak di seluruh Indonesia. Di Provinsi Banten sendiri, Dinas Kesehatan setempat menemukan lebih dari 2.000 suspek campak sepanjang periode Januari hingga Maret 2026, yang menempatkan wilayah ini dalam status waspada potensi Kejadian Luar Biasa (KLB).
Kondisi Kabupaten Tangerang
Berbeda dengan kondisi di wilayah kota, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menyatakan hingga saat ini belum ditemukan kasus positif campak di wilayahnya sepanjang tahun 2026. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr. Hendra Tarmidzi.
"Tahun ini (2026) belum ada kasus. Yang ada itu data tahun 2025, di mana tercatat ada 89 suspek," ujar Dokter Hendra saat dihubungi, Selasa (17/3/2026) malam.
Menurut Hendra, dari data suspek tahun lalu, rata-rata penderita adalah anak-anak yang tidak mendapatkan vaksinasi lengkap. Ia menekankan bahwa imunisasi tetap menjadi benteng pertahanan utama untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini.
Masyarakat diminta untuk tidak meremehkan gejala awal campak. Penyakit ini memiliki karakteristik penularan yang sangat cepat melalui butiran percikan ludah atau droplet, serupa dengan pola penularan Covid-19.
"Gejala utamanya adalah demam tinggi yang disertai munculnya ruam merah di seluruh tubuh. Sebagai antisipasi pencegahan, satu-satunya cara yang paling efektif adalah melalui vaksin campak," tambah Hendra.
Pihaknya pun mengimbau para orang tua untuk segera melengkapi status imunisasi anak di puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat guna mencegah lonjakan kasus, terutama menjelang periode mobilitas tinggi masyarakat.