Internasional . 17/03/2026, 11:15 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Serangan tersebut ditujukan ke target Amerika Serikat dan Israel.
Menariknya, Naini juga menyebut bahwa rudal yang digunakan saat ini merupakan teknologi lama.
“Rudal yang digunakan berasal dari satu dekade lalu. Banyak yang lebih canggih belum dikerahkan,” ujarnya.
Situasi ini menandakan bahwa konflik di kawasan Timur Tengah berpotensi meluas, terutama jika tidak ada solusi diplomatik dalam waktu dekat.
Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar sepertiga pasokan minyak dunia, sehingga gangguan di wilayah ini bisa berdampak besar terhadap ekonomi global.
Jika ketegangan terus meningkat, bukan tidak mungkin harga energi dunia ikut melonjak dan memicu efek domino ke berbagai sektor, termasuk di Indonesia. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media