Dalam kriteria terbaru, hilal dianggap sah jika:
-
Ketinggian minimal 3 derajat
-
Elongasi minimal 6,4 derajat
Melihat data yang ada, posisi hilal pada 19 Maret 2026 berada di bawah atau mendekati ambang batas tersebut, sehingga peluang terlihatnya hilal tergolong kecil.
Faktor Cuaca dan Pengalaman Pengamat Jadi Penentu
Selain faktor astronomi, keberhasilan rukyat juga sangat dipengaruhi oleh:
-
Kondisi atmosfer
-
Transparansi langit
-
Pengalaman tim pengamat
-
Metode dan alat yang digunakan
Artinya, meskipun secara hitungan sulit, peluang tetap ada jika kondisi langit sangat cerah.
Data Astronomi: Usia Bulan Masih Muda
Data dari Observatorium Bosscha mencatat:
-
Ijtimak terjadi pukul 08.23 WIB
-
Matahari terbenam pukul 18.00 WIB
-
Bulan terbenam sekitar 10 menit setelahnya
-
Usia bulan: 9 jam 37 menit
-
Iluminasi: 0,20 persen
Usia bulan yang masih sangat muda ini menjadi salah satu alasan utama sulitnya hilal terlihat.
Potensi Perbedaan Lebaran Kembali Terjadi
Sejumlah organisasi Islam sudah menetapkan tanggal Lebaran lebih dulu.
Muhammadiyah menetapkan Idul Fitri jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Sementara Persatuan Islam menetapkan pada Sabtu, 21 Maret 2026.