AS Hujani Iran dengan Bom Bunker Seberat 2,2 Ton di Selat Hormuz, Konflik Memanas dan Harga Minyak Melonjak!

news.fin.co.id - 19/03/2026, 15:07 WIB

AS Hujani Iran dengan Bom Bunker Seberat 2,2 Ton di Selat Hormuz, Konflik Memanas dan Harga Minyak Melonjak!

fin.co.id - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mencapai titik kritis setelah Amerika Serikat melancarkan serangan besar ke wilayah Selat Hormuz sejak Selasa 17 Maret 2026.

Dalam operasi tersebut, militer AS menjatuhkan bom penghancur bunker seberat 5.000 pound atau sekitar 2,5 ton ke fasilitas militer bawah tanah milik Iran yang berada di dekat kawasan strategis tersebut.

Serangan ini menjadi salah satu aksi militer terbesar dalam konflik yang terus memanas di kawasan Teluk.

Advertisement

Melalui Komando Pusat Amerika Serikat, pihak militer AS mengonfirmasi penggunaan bom canggih jenis GBU-72 Advanced 5K Penetrator.

Bom ini dirancang khusus untuk:

  • Menghancurkan target yang berada jauh di bawah tanah

  • Menembus struktur pertahanan yang diperkuat

  • Melumpuhkan fasilitas militer strategis

Menurut keterangan resmi, bom tersebut menghantam situs rudal Iran yang tersembunyi di sepanjang garis pantai dekat Selat Hormuz.

Komando Pusat Amerika Serikat menyebut bahwa target utama serangan adalah fasilitas penyimpanan rudal jelajah anti-kapal milik Iran.

Rudal tersebut dinilai berbahaya karena:

  • Mengancam kapal dagang internasional

  • Mengganggu jalur distribusi energi global

  • Memicu ketidakstabilan kawasan

“Rudal jelajah anti-kapal Iran di lokasi tersebut menimbulkan risiko terhadap pelayaran internasional,” demikian pernyataan resmi CENTCOM.

Selat Hormuz Lumpuh, Pasokan Energi Dunia Terganggu

Advertisement

Konflik ini terjadi di tengah kondisi Selat Hormuz yang praktis tertutup akibat blokade Iran.

Iran dilaporkan menggunakan:

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana FIN.CO.ID