Nasional . 19/03/2026, 19:11 WIB

Kenapa Lebaran Indonesia Sering Beda dengan Arab Saudi? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

Kriterianya:

  • Ketinggian minimal 3 derajat

  • Elongasi sekitar 6,4 derajat dari matahari

Penentuan ini dilakukan melalui sidang isbat oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Sementara itu, beberapa negara Timur Tengah menggunakan:

  • Standar yang berbeda

  • Atau laporan rukyat lokal

Akibatnya:

  • Di satu negara hilal dianggap sudah terlihat

  • Di negara lain belum memenuhi syarat

3. Faktor Cuaca dan Atmosfer

Hilal merupakan objek langit yang sangat tipis dan redup, sehingga sangat sulit diamati.

Faktor yang memengaruhi pengamatan antara lain:

  • Awan

  • Kabut

  • Polusi udara

  • Debu di atmosfer

Karena kondisi atmosfer di Indonesia berbeda dengan Arab Saudi, maka peluang melihat hilal juga berbeda.

Dalam beberapa kasus:

  • Hilal terlihat di satu wilayah

  • Tapi tidak terlihat di wilayah lain pada hari yang sama

4. Perbedaan Metode: Rukyat vs Hisab

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com