fin.co.id - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah Iran meluncurkan serangan rudal yang menghantam Kota Industri Ras Laffan, lokasi fasilitas ekspor gas alam cair (LNG) terbesar di dunia.
Pemerintah Qatar menyebut serangan tersebut menyebabkan kerusakan luas pada infrastruktur energi strategis yang menjadi tulang punggung ekspor LNG global.
Melalui Kementerian Luar Negeri Qatar, pemerintah Qatar mengecam keras serangan tersebut.
Dalam pernyataan resminya, serangan itu disebut sebagai:
-
Eskalasi berbahaya
-
Pelanggaran kedaulatan negara
-
Ancaman langsung terhadap stabilitas regional
“Qatar berhak untuk menanggapi sesuai dengan hak membela diri yang dijamin berdasarkan hukum internasional,” tegas pernyataan tersebut.
Perusahaan energi nasional QatarEnergy melaporkan bahwa tim darurat langsung diterjunkan untuk menangani kebakaran di lokasi.
Meski sempat terjadi kebakaran besar, pihak berwenang memastikan:
-
Api berhasil dikendalikan
-
Tidak ada korban jiwa
Namun, kerusakan pada fasilitas tetap menjadi perhatian serius karena berpotensi mengganggu pasokan energi global.
Sebagai salah satu pemain utama energi dunia, Qatar memiliki peran penting dalam pasar LNG global.
Negara ini:
-
Merupakan eksportir LNG terbesar kedua di dunia
-
Menyumbang hampir 20% pasokan LNG global
Gangguan pada fasilitas di Ras Laffan berpotensi memicu krisis energi, terutama bagi negara-negara yang bergantung pada impor gas.