fin.co.id - PT KAI Daop 1 Jakarta memastikan ketersediaan kursi untuk arus balik Lebaran 2026 masih dalam kondisi aman.
Hingga awal periode arus balik, jumlah kursi yang tersedia bahkan masih mencapai ratusan ribu.
"Tercatat masih tersedia 293.937 tempat duduk untuk keberangkatan periode 23 Maret hingga 1 April 2026," kata Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.
Angka tersebut menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki peluang besar untuk mendapatkan tiket perjalanan kereta api, terutama bagi yang belum merencanakan kepulangan sejak jauh hari.
Selain ketersediaan kursi yang melimpah, KAI juga masih memberikan potongan harga untuk menarik minat penumpang.
Program diskon hingga 30 persen untuk tiket kelas ekonomi komersial dijadwalkan berlangsung hingga 29 Maret 2026.
Di wilayah Daop 1 Jakarta sendiri, masih tersisa sekitar 42 ribu kursi yang bisa dimanfaatkan dengan tarif lebih terjangkau.
Selama masa Angkutan Lebaran 2026 yang berlangsung dari 11 Maret hingga 1 April, KAI Daop 1 Jakarta menyediakan total 1.083.623 kursi.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 779.403 tiket telah terjual, dengan tingkat okupansi mencapai 72 persen.
Angka ini mencerminkan tingginya minat masyarakat menggunakan kereta api sebagai moda transportasi utama selama periode mudik dan balik Lebaran.
Pada hari puncak Idul Fitri, pergerakan penumpang tercatat cukup signifikan. Jumlah penumpang yang berangkat dari wilayah Daop 1 Jakarta mencapai 48.668 orang, sementara kedatangan tercatat sebanyak 18.814 penumpang.
Stasiun Pasar Senen menjadi titik keberangkatan tersibuk dengan 19.238 penumpang. Angka ini disusul oleh Stasiun Gambir dengan 16.094 penumpang dan Stasiun Bekasi sebanyak 7.845 penumpang.
"Secara kumulatif, total 532.058 pelanggan telah diberangkatkan sejak 11 Maret 2026," tutur Franoto.
Untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang selama periode Lebaran, KAI mengoperasikan total 68 perjalanan kereta api reguler jarak jauh.
Selain itu, sebanyak 20 perjalanan tambahan juga disiapkan guna mengakomodasi kebutuhan masyarakat.